SuryaMalang/

Travelling

Milla, Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang Ini Bikin Inovasi yang Permudah saat Travelling

"Lombanya bertahap dan diselenggarakan secara online pada Desembee 2016 lalu. Kemudian diumumkan pemenagnya pada Februari 2017,"

Milla, Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang Ini Bikin Inovasi yang Permudah saat Travelling
IST
Millatul Hanifiyyah 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Millatul Hanifiyyah yang bakal berusia 20 tahun pada 13 Juli 2017 nanti memiliki kesenangan mengikuti lomba bussiness plan. Mahasiswi Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM) ini pernah juara 1 lomba perencanaan proyek bisnis sosial yang digelar sebuah LSM di Afrika.

"Lombanya bertahap dan diselenggarakan secara online pada Desembee 2016 lalu. Kemudian diumumkan pemenagnya pada Februari 2017," jelas gadis kelahiran Jombang, 13 Juli 1997 kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (8/7/2017).

Ia mengangkat ide perencanaan usaha bernama NitipDongs. Dengan ide itu, maka para backpacker memiliki tempat untuk menitipkan barangnya. Sehingga mereka bisa jalan-jalan ke suatu tempat tanpa membawa barangnya karena dititipkan di loker yang ada di tempat umum.

"Ide awalnya dari problem kita sendiri," kata Milla, anak pasangan Khoiruddin dan Siti Zunanik ini. Saat itu, gadis yang suka menyanyi dan menulis itu traveling ke Jakarta.

"Sebelum mendapat tempat tidur, kalau jalan-jalan ya harus bawa barangnya itu," ujar dia.

Nah, ia membayangkan jika ada tempat penitipan barang pasti enak. Perencanaan bisnis NitipDongs juga termasuk estimasi anggarannya. "Banyak banget anggarannya, seperti membuat lokernya di banyak tempat," jelasnya. Sehingga pelancong bisa mengakses di mana saja tempatnya dengan mengetahuinya lewat online.

Selain itu juga perlu kendaraan untuk mengangkut barang pelancong. Kalau misalkan direalisasi ide itu, kata Milla, bisa saja. Namun dengan melibatkan pemerintah daerah misalkan Dinas Pariwisata. Dengan begitu, pelancong bisa enak berjalan-jalan tanpa merasa berat menenteng-nenteng barang bawaan.

Dari lomba perencanaan bisnis itu, ia jadi tahu 12 besar pesertanya dari berbagai negara. Seperti India, Armenia, Kenya, Rumania dll. Dan pemenang pertamanya malah timnya dari Indonesia.

"Saya suka sekali mencari info-info lomba terkait kewirausahaan bisnis atau sosial," cerita mahasiswa yang akan masuk semester lima.

Dengan begitu, apa yang didapatkan jauh lebih banyak. Sehingga tidak hanya mendapatkan ilmu dari bangku kuliah. Terbaru, pada April 2017 ia mengikuti workshop kewirausahaan di Amerika Serikat. Ia mendaftar sendiri ikut seleksi dan lolos. Sehingga ia berada di sana selama seminggu. "Kampus juga mendukung," ujar Milla.

Penyelenggaranya adalah Northwestern University. Kegiatan diikuti peserta dari 13. Selama dua hari, peserta tur dengan jalan-jalan di Chicago. Setelah itu selama lima hari penuh mengikuti workshop kewirausahaan. "Dengan ikut seperti itu, saya banyak belajarlah...," pungkasnya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help