SuryaMalang/

Travelling

Hmm Yummy, Petik Langsung dari Pohonnya dan Makan Jeruk Sepuasnya di Balitjestro Kota Batu

Lokasi yang terletak di Jalan Raya Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu ini open house, Selasa (11/7/2017).

Hmm Yummy, Petik Langsung dari Pohonnya dan Makan Jeruk Sepuasnya di Balitjestro Kota Batu
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Pengunjung menikmati sensasi memetik jeruk dan langsung memakan sepuasnya di Balitjestro Kota Batu, Selasa (11/7/2017). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Menyantap jeruk usai memetik langsung dari pohonnya memang memiliki sensasi tersendiri. Ya sensasi itu bisa dirasakan di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro).

Lokasi yang terletak di Jalan Raya Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu ini open house, Selasa (11/7/2017). Open House yang diadakan setiap tahun saat panen jeruk ini mengundang pengunjung untuk ikut serta menikmati panen raya jeruk.

Tak hanya sekedar menikmati, tetapi wisatawan juga ikut mendapatkan edukasi petik jeruk: Bagaimana memetik jeruk yang benar dan bagaimana memilih jeruk yang sudah siap dipetik dan dimakan. Ada dua jenis jeruk, yakni jeruk keprok dan jeruk manis.

VIDEO TERKAIT : Segernya . . . Cukup Bayar Segini, Pengunjung Bisa Nikmati Jeruk Sepuasnya di Balitjestro, Kota Batu

Satu pengunjung dari Sulawesi, Pandri Sulis mengatakan kalau edukasi petik jeruk ini sangat inovatif. Dirinya yang datang bersama keluarga ini terlihat sangat menikmati memetik jeruk dan memakannya begitu jeruk habis dipetik. Ia memilih jeruk yang paling atas untuk dipetik. Karena jeruk yang paling atas ialah jeruk yang matang dan manis.

"Makanya ini sampai naik-naik ke pohon. Demi mendapatkan jeruk yang manis. Karena tadi kata petugasnya semakin atas semakin manis," kata dia.

Ia menilai, jeruk yang siap panen ini juga cukup jelas jenisnya. Karena di setiap pohon ada nama jenis jeruknya. Karena Pandri suka dengan jeruk di Balitjestro, ia pun pulang dengan memborong lebih dari 20 kantong plastik jeruk yang ia petik.

"Suka sama jeruknya. Karena tamu jauh ya, jadi sekalian bawa banyak deh," imbuhnya.

Pengunjung hanya dikenakan biaya masuk Rp 25 ribu. Bisa makan dan petik jeruk sepuasnya. Serta boleh membawa pulang jeruk sebanyak 2 kilogram. Jika lebih, satu kilogramnya dikenai Rp 10 ribu.

Baiq Dina Mariana, selaku peneliti di Balitjestro, mengatakan hasil panen raya jeruk ini merupakan penelitian varietasi jeruk baru. Selain untuk edukasi pengunjung juga untuk edukasi petani.

"Jadi di sini memang jeruk hasil varietasi jenis baru. Penelitiannya ini sudah teruji. Karena memang tugas kami di sini menghasilkan varietas jeruk baru," kata Dina.

Ia menyebutkan, seperti jeruk keprok ada jenisnya Keprok Monita Agrihorti, Keprok 55, Topazindo Agrihorti, dan masih banyak lagi. Sejauh ini sudah ada banyak jenis jeruk yang dihasilkan dari penelitian. Dari hasil penelitian jeruk yang dihasilkan ini akan dipasarkan.

"Kurang lebih ada 200 jenis yang dihasilkan," imbuhnya.

Dikatakannya, ada sekitar tiga hektar yang akan disediakan untuk pengunjung. Open House petik jeruk gratis ini mulai dibuka sejak Senin (10/7/2017). Dan akan terus dibuka sampai jeruk yang panen ini habis.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help