SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

Diskominfo Kota Batu Buka Rekrutmen Pegawai Smart City, Kamu Tertarik? Silakan Mencobanya

Kabid Jaringan Infrastruktur Diskominfo Kota Batu, Andiek Iman Santoso, mengatakan Diskominfo akan butuh tenaga sekitar 80 orang.

Diskominfo Kota Batu Buka Rekrutmen Pegawai Smart City, Kamu Tertarik? Silakan Mencobanya
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Pemasangan hardware workstation Batu Smart City di sembilan titik di Kota Batu, Rabu (12/7/2017). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu akan segera membuka pendaftaran untuk rekrutmen pegawan Batu Smart City. Pembukaan rekrutmen ini sejalan dengan berhasilnya lelang Smart City di Kota Batu yang sempat berkali-kali gagal.

Kabid Jaringan Infrastruktur Diskominfo Kota Batu, Andiek Iman Santoso, mengatakan Diskominfo akan butuh tenaga sekitar 80 orang.

"Total ada 16 jabatan yang dibutuhkan. Sekitar September nanti akan dibuka pendaftaran pegawai non PNS," kata Andiek Iman Santoso saat ditemui, Rabu (12/7/2017).

Sebanyak 16 jabatan itu di antaranya ada Videografer, Fotografer, Programer, Pendamping Petani, dan masih banyak lagi. Karena Batu Smart City ini akan memprioritaskan pertanian, maka tenaga yang dibutuhkan akan membutuhkan tenaga yang memiliki basic pertanian. Namun masih untuk pertanian organik.

Andiek menjelaskan, tenaga yang dibutuhkan untuk pendamping petani ini ialah langkah awal untuk mengedukasi petani tentang aplikasi Batu Smart City. Tugas dari pendamping petani ini ialah menjadi penyalur informasi tentang pertanian.

"Semisal ada petani sawi yang akan menanam, petani ini akan diberitahu bagaimana kondisi suhu, kondisi cuaca, dan potensi panen," imbuhnya.

Tutri Laksono Adi, Kasi jaringan Insfrastrutur TIK, Diskominfo menambahkan, saat ini sudah ada pemasangan work station di sembilan titik dari 14 titik lokasi pertanian. Yakni di Desa Beji, Kelurahan Ngaglik, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Desa Pesanggrahan, Desa Sumberejo, Desa Songgokerto, Kelurahan Temas, dan Kelurahan Sisir.

"Ini pemasangan tahap awal. Masih ada 50 unit dan baru terpasang per hari ini sembilan titik. Nantinya Batu Smart City butuh 98 unit titik pemasangan," kata Tutri. Yang dipasang ini, lanjut dia ialah, PC, Camera, Spiker.

Program Smart City ini dilelang secara bertahap dengan total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp 9,3 Miliar. Sistem kerja Smart City ini bisa diketahui melalui satu layar monitor besar yang akan ditaruh di lantai 5 Balai Kota Among Tani Kota Batu.

Semua yang terkoneksi, akan terpampang di video wall. Di dalam aplikasi Smart City nanti, masyarakat bisa langsung mengkritik terkait pelayanan ataupun fasilitas yang diberikan oleh Pemkot Batu. Seperti ada jalan lobang, atau fasilitas umum yang rusak atau tidak layak bisa langsung dilaporkan melalui gadget masing-masing.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help