SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

Harumkan Nama Bangsa, Tiga Seniman Asal Kota Batu Pamerkan Karya ke Amerika Serikat

"Kota Batu kan terkenal dengan sayur mayurnya. Terutama apel. Dulu nggak ada edukasi wisata petik apel,"

Harumkan Nama Bangsa, Tiga Seniman Asal Kota Batu Pamerkan Karya ke Amerika Serikat
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Dua seniman asal Kota Batu, Agus De Sho dan Riyanto Sinyo, bakal menggelar pameran lukisan di Amerika Serikat. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Wajah bahagia terlihat pada dua seniman asal Kota Batu, yakni Riyanto Sinyo dan Agus De Sho. Dua seniman itu merasa beruntung terpilih untuk mengikuti pameran lukisan yang akan diadakan di Dallas, Texas, Amerika Serikat.

Ditemui di Balai Kota Among Tani Kota Batu keduanya tampak sibuk mempersiapkan berkas-berkas untuk dibawa ke Dallas, Rabu (12/7/2017). Ia menunjukkan ke Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko tentang lukisan yang akan dipamerkan di Dallas. Yang akan mewakili dari Kota Batu ada tiga orang, yakni Riyanto Sinyo, Agus De Sho, dan Iwan Yusuf. Namun, Iwan Yusuf tidak bisa ikut ke Balai Kota Among Tani. 

Riyanto mengatakan dari Jawa Timur ada 40 orang yang akan ikut pameran. Pameran ini merupakan pameran internasional dengan nama Dalas Fort Worth, di Artist's Showplace Gallery, Dallas Texas. Tema yang akan diangkat ialah keberagaman budaya. Riyanto mengatakan, dia akan memamerkan ikon dari Kota Batu di dalam lukisannya yang akan dipamerkan.

Ia menunjukkan, yang akan ia pamerkan ini nanti ialah tentang apel. Riyanto memilih tem apel karena sejak ia lahir di Kota Batu, apel memang sudah jadi ikon wisata. Baginya, apel dari dulu sampai saat ini tetap jadi incaran wisatawan, mulai dari lahan apel, hingga jadi edukasi wisata.

"Kota Batu kan terkenal dengan sayur mayurnya. Terutama apel. Dulu nggak ada edukasi wisata petik apel, semakin berkembang zaman, semakin berkembang juga tentang Apel," kata dia.

Dalam lukisannya yang beraliran naif ini, terlihat ada dua orang, yakni laki-laki dan perempuan. Keduanya terlihat seperti orang dari kerajaan, dan sama-sama memegang apel yang sudah dipetik.

Berbeda dengan lukisan yang dilukis oleh Agus De Shoe. Agus lebih memilih melukis patung liberti yang kemudian dibalut dengan kain batik. Agus mengatakan lukisannya ini lebih menekankan pada budaya batik. Ia memilih patung liberty karena dikenal oleh masyarakat seluruh dunia.

"Saya inginnya, budaya kain batik ini dikenal hingga seluruh dunia kalau milik Indonesia. Makanya saya pakai ikon Patung Liberty dan saya balutkan dengan kain batik," kata pemilik lukisan beraliran realis ini.

Keduanya berharap, dalam pameran ini nanti, karya seniman Indonesia terutama Kota Batu lebih dikenal dan diakui oleh seluruh dunia. Mereka akan memperkenalkan dengan luas budaya lokal Indonesia ke luar negeri.

"Ini pameran internasional pertama saya dengan mas Riyanto. Kalau mas Iwan sudah melanglang buana sampai ke mana-mana. Tentu ini kesempatan emas buat kami memperkenalkan budaya," tutur Agus.

Beberapa karyanya juga dipajang dan dipamerkan di Galeri Raos Kota Batu. Karya ini mereka buat sudah beberapa bulan lalu yang kemudian mereka pamerkan pada kegiatan yang diadakan bulan September tersebut.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help