SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

Ternyata, Menjual Beras Oplosan Tak Melanggar Aturan, Begini Ketentuannya

Abdul Rahman mengatakan beras oplosan yang sedang diselidiki Polres Batu itu hasil uji coba pengusaha. Sebenarnya hal itu boleh.

Ternyata, Menjual Beras Oplosan Tak Melanggar Aturan, Begini Ketentuannya
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Pabrik pengolah beras di Desa Pringu, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATUKota Batu sempat digemparkan peredaran beras oplosan beberapa waktu. Sampai sekarang Polres Batu masih menyelidiki kasus itu.

Kasi Metrologi dan Tertib Niaga Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu, Abdul Rahman mengatakan beras oplosan yang sedang diselidiki Polres Batu itu hasil uji coba pengusaha. Sebenarnya hal itu boleh.

“Kan kejadian seperti itu sudah banyak terjadi di dunia perdagangan. Tetapi, harus ada izin edarnya. Sedangkan dalam kasus yang dulu, tidak ada izin edarnya. Makanya disita,” kata Rahman kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (12/7/2017).

Dia mencontohkan pengusaha memiliki beberapa lahan padi beraneka jenis. Karena ingin mendapat hasil bagus, pengusaha itu mencampurkan varietas jenis padi dengan takaran berbeda.

Ketika mendapat campuran beras yang enak, dan dijual dengan diberi merek sendiri.

“Boleh saja seperti itu. Hal yang tidak boleh itu kalau beras sudah ada merek, dicampur dengan beras kualitas buruk lalu diberi merek sendiri,” lanjutnya.

Ada beberapa pengusaha yang mencamput beras dengan berbagai macam varietas di Kota Batu. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu, Sinal Abidin mentatakan pengawasan tentang campuran beras varietas di Kota Batu masih stabil. Sinal menegaskan pengusaha uyang ingin mencampur beras dengan berbagai macam varietas harus memiliki izin edar.

“Mengurus izin edar di Badan Ketahanan Pangan Jatim. Kami hanya mengawasi. Saat mengurus izin edar, pengusaha pasti diberi tahu takaran campuran beras itu,” kata Sinal.

Penjual beras di Pasar Kota Batu, Herman mengaku pernah menjual beras campuran. Beras itu memang enak dan lebih pulen.

“Saya menjualnya sekitar sebulan lalu. Saya mendapat berasnya dari teman. Memang belum ada mereknya. Tetapi sebelum saya jual, saya masak dulu. Ternyata memang enak,” kata Herman.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help