SuryaMalang/

Malang Raya

Awas, Sekarang Stroke Tak Hanya Serang Usia Lanjut, Begini Cara Mudah Antisipasinya

Sulaiman menyatakan sosialisasi itu untuk memberi pemahaman kepada pengelola kantor soal cara mengelola dan memberi pelayanan makanan higienis.

Awas, Sekarang Stroke Tak Hanya Serang Usia Lanjut, Begini Cara Mudah Antisipasinya
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Pegawai Dinkes Kota Malang, Dr Lucy Herawati sosialisasi kepada pengelola kantin di SMKN 6, Kamis (13/7/2017). 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Pengelola kantin di SMKN 6 Kota Malang ikut sosialisasi pengelolaan kantin sekolah berstandar sekolah Adiwiyata di aula sekolah, , Kamis (13/7/2017). Selanjutnya para pengelola kantin itu akan ikut sertifikasi yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

Humas SMKN 6, Sulaiman menyatakan sosialisasi itu untuk memberi pemahaman kepada pengelola kantor soal cara mengelola dan memberi pelayanan makanan higienis.

“Ketika makan, siswa tidak sakit. Jadi bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” kata Sulaiman kepada SURYAMALANG.COM.

Selain itu, sudah ada 10 siswa yang ikut pendidikan dan pelatihan (diklat) di Puskesmas Gribik. Para siswa itu akan polisi makanan di kantin.

“Kalau cara pandangnya sama, menjalankan sistemnya enak,” ujar Sulaiman.

Pegawai Dinkes Kota Malang, Lucy Herawati hadir dalam sosialisasi itu. Lucky memberi penjelasan soal penyakit bawaan makanan (PBM).

“Biasanya stroke kan usianya sudah tua. Sekarang beda,” jelas Lucy.

Sekarang orang muda juga bisa stroke. Begitu juga penderita ginjal, atau gula. Semua itu akibat pola makanan.

“Peranan pengelola kantin untuk menjaga kesehatan semua, terutama siswa sangat strategis,” urainya.

Kuman mudah berkembang di Indonesia karena berada di daerah tropis. Makanya dia menyarankan pengelola kantin mencuci tangan usai melakukan aktivitas.

Pengelola kantin juga harus memperhatikan cara masak makanan. Menurutnya, cara masak yang benar dan sempurna bisa dimulai dari pencuciannya.

“Seperti sayur. Cucilah di air yang mengalir agar kotoran hilang. Sayur kan ditanam di tanah,” paparnya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help