SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

Di Kota Batu, Lokasi Ini Dulunya Kandang Sapi, Kini Jadi Pondok Pesantren, Santri Diajari Bisnis

Suasana sejuk menyelimuti halaman Pondok Pesantren Wirausaha Darul Muttaqin, Kota Batu, Kamis (13/7/2017) siang.

Di Kota Batu, Lokasi Ini Dulunya Kandang Sapi, Kini Jadi Pondok Pesantren, Santri Diajari Bisnis
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Santri di Ponpes Wirausaha Darul Muttaqin Kota Batu memberi makan kelinci. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Suasana sejuk menyelimuti halaman Pondok Pesantren Wirausaha Darul Muttaqin, Kota Batu, Kamis (13/7/2017) siang. Bagaimana tidak, bangunan Ponpes ini berada di tengah sawah, di Desa Pendem, Kota Batu.

Beberapa santri juga terlihat asik memberi makan kelinci di kandang halaman belakang. Kelinci yang berjumlah sekitar 97 ekor ini merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi. Ponpes ini sudan ada sejak tahun 2008, namun baru menerima santri tahun 2012. Santri yang bisa belajar di Ponpes ini hanya santri laki-laki saja. Dan saat ini hanya ada 15 santri saja.

Karena keterbatasan tempat, maka hanya cukup menampung 15 santri saja. Siapa sangka, dulunya ponpes ini ialah sebuah kandang. Baik itu kandang sapi, kambing, dan kolam ikan. Sehingga banyak masyarakat yang mengenal kalau Ponpes tersebut ialah kandang sapi. Wakil Direktur Ponpes Darul Muttaqin, Redi Bintarto mengatakan lahan kandang ini kemudian diwaqafkan untuk dijadikan Ponpes.

"Tahun 2008-an mulai dibangun sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya jadi Ponpes ini. Saat itu belum ada pagar, tetapi lengkap ada tempat pupuknya," kata Redi kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (13/7/2017).

Karena dulu bekas kandang ternak, maka Ponpes ini selain mengajarkan ilmu agama, juga mengajarkan bagaimana menjadi mandiri dengan berwirausaha. Redi mengatakan awalnya menanam tanaman obat, dan bisa menghasilkan produksi jahe merah. Tetapi saat ini, yang lebih diutamakan ialah peternak kelinci.

"Kami sudah mengajukan bantuan ke Pemkot Batu. Nah dari Pemkot Batu ditembuskan ke Provinsi. Dan kami langsung dapat bibit kelinci pedaging," imbuhnya.

Dari kelinci inilah yang akan dikembangkan oleh santri di Ponpes tersebut. Tidak hanya santri saja, Ponpes ini juga mengajak masyarakat sekitar untuk ikut andil dalam mengembangakan kewitausahaan.

Di halaman ponpes ini, ditanami beberapa tanaman obat, seperti jahe, tanaman obat keluarga (toga), dan masih banyak lagi. Di halaman belakang juga ada kandang kelinci, dan kolam ikan yang dijadikan kewirausahaan.

Pihaknya berharap, santri di ponpes ini ketika selesai belajar, bisa mandiri mengembangkan usaha. Terlebih bisa digandeng untuk membuka usaha dan menjadi bagian dari UMKM Kota Batu.

"Tidak harus di bidang pertanian, peternakan. Di sini santri bisa belajar tentang bagaimana cara berwirausaha. Ketika lepas dari sini, bisa langsung mengaplikasikannya. Ada yang sudah lulus lalu jadi pengusaha tahu," paparnya.

Salah satu santri Ponpes Darul Muttaqin, Badrus Sholeh, mengatakan ia memilih menjadi santri di sini karena ia bisa mendapatkan banyak ilmu sekaligus. Mulai dari berwirausaha, ilmu agama, ilmu pertanian. Menurut dia, memang susah ketika pertama belajar berwirausaha.

"Di sini saya bisa belajar bagaimana menanam tanaman herbal. Ya awalnya memang sulit, tetapi kan dibimbing," kata Badrus.

Ia yang sudah belajar di Ponpes ini selama 2 tahun ingin membuka usaha ternak kelinci dan usaha obat-obatan.

"Karena kalau kelinci pasti tidak akan ada habisnya. Bismillah, pelan-pelan sambil belajar di sini sama mencari reverensi dari pengusaha kelinci di Kota Batu," pungkas santri asal Sumenep, Madura ini.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help