SuryaMalang/

Jember

Operasi 5 Jam, Seperti Ini Pembedahan yang Dilakukan Dokter di Usus Si Pemakan Paku Payung

"Laparotomi operasi buka rongga perut sudah biasa dilakukan di RSD dr Soebandi.Tapi ini kasus pertama untuk mengeluarkan benda-benda asing," ujar Evy

Operasi 5 Jam, Seperti Ini Pembedahan yang Dilakukan Dokter di Usus Si Pemakan Paku Payung
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Tim dokter bedah RSD Soebandi membuka tiga titik organ dalam perut Hendro Wijatmiko (30) untuk mengeluarkan paku payung, korek api, dan benda asing lain. Hendro dioperasi pada Kamis (13/7/2017).

Menurut Kepala Humas RSD dr Soebandi, dr Justina Evy Tyaswati SpKJ, titik organ dalam yang dibuka itu, yakni lambung, usus 12 jari, dan usus besar.

"Yang di usus 12 jari ada di beberapa tempat. Tapi bisa dikumpulkan dan dibuka di satu tempat," ujarnya.

Jenis operasi yang dijalankan pihak rumah sakit, yakni laparotomi. Tim dokter yang menangani terdiri dari dua dokter bedah dan seorang dokter anastesi. Salah satu dokter bedah itu adalah dr Samsul Huda SpB.

"Laparotomi operasi buka rongga perut sudah biasa dan sehari-hari dilakukan di RSD dr Soebandi. (Tapi ini) kasus pertama untuk mengeluarkan benda-benda asing," ungkap Evy.

Tindakan operasi, tambah dia, harus diambil atas pertimbangan hentinya usus, atau biasa disebut ileus dalam bahasa medis. Setelah eksplorasi saat operasi, diketahui bahwa kondisi usus Hendro sudah berhenti bergerak.

"Tidak ada usus pecah atau lubang dan dilakukan jahitan biasa," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Hendro Wijatmoko (30), warga Dusun Pesisir, Desa Kilensari, Panarukan, Situbondo dirawat di RSD dr Soebandi sejak Kamis (6/7/2017) sore.

Ia dirujuk dari RSUD Abdoer Rahem karena benda-benda logam yang didominasi paku payung berada di ususnya. Kepada petugas medis, ia mengakui menelan paku payung sejak empat tahun lalu.

Hasil operasi menunjukkan, ada 12 korek api, enam paku payung, uang koin dan kertas, tas kresek dan gagang sendok garpu

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help