SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

Kota Batu Tak Miliki Alat Pemusnah Limbah Medis, Dinas Kesehatan Sebut Belum Urgent

Dinkes justru melarang setiap instansi kesehatan untuk membakar sampah medis tidak didampingi oleh pihak ketiga. Hal ini ditakutkan justru mencemari.

Kota Batu Tak Miliki Alat Pemusnah Limbah Medis, Dinas Kesehatan Sebut Belum Urgent
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Contoh pengelolahan limbah medis di salah satu rumah sakit di Kota Batu. Sejauh ini, pengelolahan limbah ini bekerjasama dengan pihak ketiga. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pemerintah Kota Batu belum memiliki alat pemusnah limbah medis. Padahal, alat pemusnah limbah medis ini sangat diperlukan mengingat resiko tinggi pencemaran lingkungan.

Karena akan mempengaruhi kesehatan masyarakat di Kota Batu. Setidaknya, ada sekitar 20 unit kesehatan di Kota Batu yang tidak memiliki fasilitas alat pemusnah limbah medis (incenerator). Tetapi bukan berarti membuang limbah medis sembarangan.

KadinkesKota Batu, drg Kartika Trisulandari  mengatakan hingga saat ini, wacana pengadaan incenerator di Kota Batu masih belum ada.

"Masih belum urgent atau masih stabil. Tidak darurat,  dan belum ada laporan tingkat pencemaran dari masyarakat. Ya mestinya perlu (diadakan) untuk membeli sendiri alat tersebut," kata Kartika, Jumat (14/7).

Sejauh ini, pihak Dinkes terus melakukan penyuluhan dan pengawasan secara berkelanjutan tentang bagaimana mengelola limbah medis. Apalagi, peraturan kementerian terbaru tentang mekanisme pemusnahan semakin diperketat. Tentang pemusnahan harus ada izin pemusnahan melalui Kementerian pusat.

Kebanyakan di Kota Batu ini sampah medis tergolong sampah B3. Yakni limbah yang memiliki resiko tinggi terhadap pencemaran lingkungan. Menurut ketentuan Permen LHK No.56/2015, pemusnahan limbah B3 harus dihancurkan melalui incenerator serta di autoclave agar wadah plastik yang dipakai tetap steril.

"Apalagi, prosedur pemusnahan limbah medis kini semakin diperketat. Oleh karena itu, seluruh instansi kesehatan dapat melakukan pengolahan limbah baik berupa padat, cair dan gas dengan baik dan benar," lanjutnya.

Sejauh ini, beberapa rumah sakit bekerjasama dengan pihak ketiga yang disediakan oleh Dinkes Kota Batu untuk menangani pemusnahan limbah medis.

Dinkes justru melarang setiap instansi kesehatan untuk membakar sampah medis tidak didampingi oleh pihak ketiga. Hal ini ditakutkan justru malah mencemari lingkungan, karena pemusnahan limbah medis memiliki prosedur.

"Ya bahkan berisiko tinggi terhadap manusia, bisa mengakibatkan kecacatan apabila penanganan limbah medis tidak sesuai prosedur. Seperti mengelola sampah dari bahan kimia seperti zat merkuri," tuturnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help