SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

Pemkot Batu Pakai E-Katalog Beli Alat Pengolah Sampah TPA Tlekung, Tapi Terkendala Hitungan Sampah

Apabila sudah mengetahui volume sampah di Kota Batu, baru bisa memilih alat pengelolahan sampah yang sudah tersedia di e-katalog.

Pemkot Batu Pakai E-Katalog Beli Alat Pengolah Sampah TPA Tlekung, Tapi Terkendala Hitungan Sampah
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
TPA Tlekung Kota Batu (12/4/2017). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pemerintah Kota Batu kini menggunakan sistem e-katalog untuk membeli alat pengelolahan sampah di TPA Tlekung. Penggunaan sistem online terbuka ittu baru dilakukan setelah seeblumnya gagal menjalankan pengadaan alat itu.

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Edi Setiawan, mengatakan alat pengelolahan sampah ini beralih ke e-katalog, sehingga memudahkan untuk memilih sesuai kebutuhan sampah.

"Ya tidak masuk lelang tahun ini. Sistem e-katalog ini sudah ada penyedianya, pemkot tinggal memilih sesuai kebutuhan," kata Edi kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (14/7).

Apabila nanti saat e-katalog juga masih tidak sesuai yang dibutuhkan, maka bisa masuk lelang.

Namun dikatakannya, untuk mengetahui kebutuhan pengelolahan sampah, maka Pemkot Batu harus menghitung volume sampah di Kota Batu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Arief As Siddiq, mengatakan penghitungan volume sampah itu berarti menghitung sampah an organik seperti kaleng, botol, plastik, serta sampah organik.

Penghitungan volume sampah itu dibutuhkan konsultan dari luar negeri. Pihaknya meminta bantuan dari Jepang dan German. "Ya kami juga butuh kajian. Nanti penghitungan volume itu kami dibantu konsultan dari dua negara. Masih belum, diusahakan bulan ini," kata dia saat dikonfirmasi.

Apabila sudah mengetahui volume sampah di Kota Batu, baru bisa memilih alat pengelolahan sampah yang sudah tersedia di e-katalog. Dikatakannya, Jepang dan German merupakan negara yang bisa dijadikan contoh untuk pengelolahan sampah.

"Kalau e-kalatog kan sudah ada barang dan harganya. Tinggal pilih saja. Tetapi kami masih belum bisa memilih, karena harus sesuai kebutuhan. Saat ini fokus menghitung volume sampah dulu," pungkas mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang itu.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help