SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

Tantang Pecat Sebagai PNS, Ternyata Ini Alasan Arif Setiawan Menggugat Wali Kota Batu,

Arif yang saat ini tak memiliki jabatan di Pemkot Batu, mengakui kalau dirinya memang menggugat Wali Kota Batu, ke PTUN.

Tantang Pecat Sebagai PNS, Ternyata Ini Alasan Arif Setiawan Menggugat Wali Kota Batu,
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
ILUSTRASI - Suasana pembacaan mutasi jabatan Pemkot Batu di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani (BKAT), Selasa (23/5/2017). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Setelah beberapa lama bungkam, Arif Setiawan PNS Pemkot Batu yang dicabut jabatannya, kini angkat bicara.

Arif yang saat ini tak memiliki jabatan di Pemkot Batu, mengakui kalau dirinya memang menggugat Wali Kota Batu, ke PTUN.

Arif mengatakan gugatannya ke Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko itu karena keputusan untuk memberhentikan dari jabatannya itu bertentangan dengan perundang-undangan yang bersifat prosedural. Dikatakannya, sebelum menempuh jalur hukum, ia mencoba untuk menemui Wali Kota Batu.

"Ya memang benar, upaya hukum ini saya tempuh sebagai opsi terakhir saya karena beberapa kali permohonan saya menghadap pak Wali itu tidak direspon," kata dia saat ditemui, Minggu (16/7).

Dikatakannya, ia ingin mengklarifikasi tentang pemberhentian jabatannya sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi. Arif menerima pemberhentian jabatan sejak 20 Maret 2017. Surat pemberhentian tersebut, secara garis besar dikarenakan alasan indisipliner, bahwa Arif tidak pernah masuk absensi.

Arif menegaskan, kalau dirinya tidak mempermasalahkan akan dipecat atau diberhentikan dari PNS Batu. "Kalau mau memecat saya dari ASN, biar saja. Silahkan pecat saya secepatnya. Tidak perlu mengancam apalagi menyuruh untuk mengajukan pensiun dini," tandas dia.

Dalam hal ini, gugatan yang ia ajukan kepada Wali Kota Batu, memasuki sidang pertama yang akan diadakan pada Rabu besok.

Sebelumnya gugatannya ini sudah menjalani dua kali proses sidang persiapan. Arif mendaftar gugatan ke PTUN pada 14 Juni, dan surat gugatan diterima oleh Pemkot Batu pada 3 Juli.

Gugatannya ini ditujukan untuk mengklarifikasi dan rehabilitasi nama dan jabatannya. "Saya tidak punya target. Dalam hal ini, biarlah menimpa ke saya saja. Jangan ada ASN yang seperti ini," tandas dia.

Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah, Achmad Suparto mengatakan kalau memang Arif Setiawan termasuk nama yang masuk ke dalam daftar yang akan diberhentikan dari PNS. Dikatakannya, rekam jejaknya memang buruk karena alasan indisipliner.

"Ada semua bukti absen, lalu tidak melaksanakan tugasnya sebagai pejabat Pemkot Batu. Saya rasa keputusan pemberhentian itu bukan asal, tetapi ada undang-undangnya," tuturnya.

Dikatakannya, undang-undang itu sesuai dengan sesuai dengan PP no 53 tahun 2010 tentang kepegawaian dan PP no 100 tahun 2000 tentang pemberhentian dalam jabatan. Dalam undang-undang itu menyebutkan PNS yang tidak masuk selama 45 hari kerja, bisa diberhentikan.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help