SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

Ternyata Benih Wortel Impor juga Ditanam Petani Kota Batu, Simak Pengakuan Para Petaninya

Pihaknya mengakui, kalau hal seperti ini tidak dalam pengawasan Pemerintah Batu. Justru menjadi pengawasan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Ternyata Benih Wortel Impor juga Ditanam Petani Kota Batu, Simak Pengakuan Para Petaninya
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Petani wortel di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, menunjukkan hasil panen benih wortel impor yang gagal panen. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Benih wortel dari negara lain ternyata sudah masuk ke Kota Batu yang terkenal dengan pertaniannya yang subur .

Terungkap, banyak petani wortel di Kota Batu yang menanam benih impor.

Dari pengamatan SURYAMALANG.COM, beberapa petani wortel mengakui kalau pernah menanam benih wortel impor. Seperti halnya di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Saman (51), Salah satu petani wortel di Kota Batu mengakui kalau baru-baru ini ia mendapatkan benih wortel impor dari daratan Korea. Ia menyebut benih tersebut dibawa oleh orang Korea yang kebetulan jalan-jalan di Kota Batu.

"Saya bilang, kalau saya belum pernah menanam wortel dari luar negeri. Kalau gagal bagaimana? Dia orang Korea itu bilang tidak masalah. Baiklah saya coba menerima dan mencoba menanam," kata dia saat ditemui di lahan wortelnya, Minggu (16/7/2017).

Saat itu, ia tidak hanya diberi benih secara cuma-cuma, bahkan ia diberi beberapa biaya untuk perawatan. Sayangnya, ketika selama proses tanam ini ternyata gagal. Saat itu, benih wortelnya ini sudah keluar akarnya, tetapi cuaca tidak mendukung karena hujan lebat. Belum lama kemudian, hujan berhenti dan cuaca panas. Lantas bibit wortel tersebut mati dan tidak bisa tumbuh.

Saman mengatakan, apabila berhasil, maka wortel tersebut akan dibeli oleh orang Korea. Perkilogramnya dibeli sekitar Rp 10 ribu.

"Mahal harga segitu. Siapa yang tidak mau, kami hanya menanam. Tetapi kok gagal. Tidak cocok ditanam di Batu. Ya tidak saya teruskan. Saya juga menghubungi pihak Koreanya tidak bisa. Dan sampai saat ini juga tidak melihat lahan di sini lagi," imbuhnya.

Saat ini, ia kembali menanam benih wortel lokal. Lagipula, benih wortel lokal saat panen lebih laku di pasaran. Dan dari sisi bentuk, juga lebih bagus dan panjang.

Pihaknya mengakui, kalau hal seperti ini tidak dalam pengawasan Pemerintah Batu. Justru menjadi pengawasan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia dan petani lainnya berharap, bahwa bantuan benih atau bibit tidak hanya melalui gabungan kelompok tani.

Petani wortel lainnya, Sugiono mengatakan kalau dirinya memang juga pernah menggunakan benih wortel impor, yakni dari Jepang. Tetapi, Sugiono juga menanam benih wortel lokal.

"Di pasaran itu wortel lokal lebih bagus mbak. Lebih murah dan laku dibanding wortel impor. Hasil umbinya juga lebih bagus, panjang," kata Sugiono.

Ia menggunakan benih impor sekitar 5 tahun lalu hingga saat ini. Namun, saat ini benih wortel impor yang ia tanam bekerja sama dengan mitra petani di Kabupaten Malang. Ia tak memungkiri kalau persaingan wortel lokal dengan wortel impor lebih bagus wortel lokal.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help