SuryaMalang/

Apeksi 2017

Ini Lho Alasan Kota Malang Dipilih Jadi Tuan Rumah Apeksi 2017

Inovasi warga bersama dunia pendidikan antara lain bisa dilihat dari Kampung Warna-Warni. Kemudian Kampung Tridi.

Ini Lho Alasan Kota Malang Dipilih Jadi Tuan Rumah Apeksi 2017
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Aliran Sungai Brantas memisahkan Kampung Tridi (kiri) dan Kampung Warna Warni Jodipan (Kanan) Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ada beberapa alasan kenapa Kota Malang terpilih sebagai tempat Rakernas XII Apeksi 2017. Wali Kota Malang M Anton menyebut alasan itu antara lain kesiapan daerah, kemudahan aksesibilitas daerah, juga kesiapan akomodasi tempat menginap.

"Kota Malang sangat siap," ujarnya.

Selain itu, katanya, ada sejumlah keinginan dari Pemkot Malang. Kata Anton ada banyak hal yang bisa dipelajari dari Kota Malang oleh kota-kota lain itu.

Kota Malang memiliki sejumlah inovasi yang ilmunya bisa dibagi.

"Tentu kami bisa saling berbagi. Kota Malang memiliki banyak inovasi, dan yang terpenting inovasi itu datang dari bawah, dari warga langsung," tegasnya.

Inovasi warga bersama dunia pendidikan antara lain bisa dilihat dari Kampung Warna-Warni. Kemudian Kampung Tridi.

Anton juga membanggakan inovasi warga Kampung Glintung yang dikenal sampai internasional. Kampung Glintung Go Green kini menjadi satu-satunya kampung konservasi air, dan tentunya kampung yang sangat hijau dan segar.

"Kampung-kampung tematik lain juga bermunculan. Semuanya inisiasi dan inovasi warga," tegasnya.

Belum lagi inovasi para lurah di sejumlah kelurahan. Bahkan Kelurahan Sawojajar Kota Malang meraih juara 1 Lomba Desa dan Kelurahan se-Jawa Timur tahun 2017. Dan belum lama lalu, Kelurahan Dinoyo meluncurkan aplikasi layanan kependudukan cepat selesai yang diberi nama 'Sakdino'.

"Juga silahkan belajar tentang pengelolaan sampah di Kota Malang," imbuh Anton.

Selain di Rakernas itu bisa saling berbagi ilmu, di rapat inti Rakernas akan membahas sejumlah tema besar. Tema yang dibahas antara lain aturan tentang pengelolaan sekolah menengah atas oleh Provinsi. Beberapa kota ada yang tidak setuju dengan aturan ini.

"Juga ada pembahasan tentang ekonomi, hukum, dan penguatan UMKM," pungkasnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help