SuryaMalang/

Malang Raya

Tak Ada Ampun, Ini Nasib Maling Motor di Sukun yang Ditembak Polisi Kota Malang

Dua peluru petugas Polsek Sukun bersarang di leher dan punggung pelaku saat kepergok petugas yang mengejar di Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Malang.

Tak Ada Ampun, Ini Nasib Maling Motor di Sukun yang Ditembak Polisi Kota Malang
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Wakapolres Malang Kota Kompol Nandu Dyanata menunjukkan alat bukti yang dimiliki Ali untuk digunakan mencuri motor, Senin (17/7/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Polisi kota Malang mulai bertindak tegas pada para pelaku kejahatan. Satu maling motor ditembak mati oleh anggota Polsek Sukun Senin (17/7/2017) dini hari.

M Ali Fatah (37) warga Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang tewas dalam upayanya melarikan diri setelah mencuri sepeda motor Honda Beat.

Dua peluru petugas Polsek Sukun bersarang di leher dan punggungnya. Ia tewas seketika di lokasi saat kepergok petugas yang mengejar di Kecamatan Pronojiwo, Kab Lumajang, Senin (17/7/2017) sekitar pukul 1.30 WIB.

Wakapolres Malang Kota Kompol Nandu Dyanata menjelaskan, Ali merupakan bagian sindikat sekaligus residivis pencurian kendaraan bermotor.

Aksi terakhirnya terjadi di depan Warnet Jaya Net Jl Raya Kepuh 35 A Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Minggu (16/7/2017) sekitar pukul 20.00 WIB.

Ia membawa lari motor sewaan yang dibawa oleh Simor, seorang warga asal Nusa Tenggara Timur. Ali tak tahu kalau di motor terdapat GPS sehingga memudahkan petugas melacak keberadaan motor.

"Petugas langsung mengejar setelah mendapat laporan," ujar Nandu, Senin (7/7/2017).

Ternyata Ali melarikan diri ke arah Lumajang. Polisi yang mengejar memergoki Ali bersama komplotan lainnya. Sempat terjadi kejar mengejar sekitar pukul 1.00 WIB.

"Begitu tahu ada polisi di belakang, komplotannya ini melarikan diri," tambah Nandu.

Ali berhasil diberhentikan petugas. Saat itu, ia langsung mengeluarkan pisau sangkur untuk melawan petugas. Petugas yang menjaga jarak sempat memberi tiga kali tembakan peringatan ke arah udara.

"Namun karena tidak menyerah, petugas kami melakukan tindakan pembelaan diri ketika Ali menyerang. Ada empat orang petugas yang saat itu mengejar Ali," jelasnya.

Ali langsung tewas di lokasi karena timah panas bersarang di leher dan punggung. Di lokasi, petugas berhasil mengamankan puluhan mata kunci T, STNK, sangkur, linggis dan botol hisap.

"Diduga ia juga pengguna obat-obatan," terang Nandu. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help