SuryaMalang/

Malang Raya

Rakor Paguyuban Rektor PTN Se-Jawa Timur di UB, Dari Bidikmisi dan Kuliah Agama jadi Bahasan

Rapat koordinasi dipimpin oleh 3 Rektor PTN di Kota Malang, Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS, Prof Dr Rofiuddin, dan Prof Mudjia Rahardjo. Prof Bisri

Rakor Paguyuban Rektor PTN Se-Jawa Timur di UB, Dari Bidikmisi dan Kuliah Agama jadi Bahasan
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Rapat koordinasi Paguyuban Rektor dan Wakil/Pembantu Rektor PTN se-Jatim di Rektorat Universitas Brawijaya, Selasa (18/7/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Paguyuban Rektor dan Wakil/Pembantu Rektor PTN se-Jatim mengadakan rapat koordinasi di Rektorat Universitas Brawijaya (UB), Selasa (18/7/2017).

Rapat koordinasi dihadiri oleh pimpinan 10 PTN di Jatim, yaitu Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Jember, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Negeri Surabaya, UIN Sunan Ampel, dan Universitas Pembangunan Nasional.

Ketua Paguyuban yang juga Rektor Universitas Jember, Drs Mohammad Hasan MSc PhD tidak bisa hadir karena ayahandanya baru saja meninggal dunia. Anggota paguyuban juga berdoa bersama untuk almarhum.

Rapat koordinasi dipimpin oleh 3 Rektor PTN di Kota Malang, Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS, Prof Dr Rofiuddin, dan Prof Mudjia Rahardjo. Prof Bisri juga mengawalinya dengan menyambut para pimpinan PTN se-Jatim.

"Setelah 6 tahun, rapat koordinasi paguyuban PTN se-Jatim diadakan lagi di UB. Oleh karena itu kami ucapkan selamat datang," sambutnya.

Beberapa usulan hal yang akan dibahas disampaikan bergantian oleh tiap pimpinan PTN, antara lain Prof Rofiuddin yang mengusulkan untuk membahas tentang penerimaan Bidikmisi lewat jalur Mandiri.

"Perlu didiskusikan agar langkahnya sama karena dari Kemristekdikti meminTa Bidikmisi jangan diumumkan untuk seleksi Mandiri," katanya.

Sedangkan Prof Mudjia mengusulkan untuk membahas lanjutan deklarasi anti radikalisme dan ekstrimisme agar sekaligus juga dilengkapi dengan pencarian akarnya.

"Juga tentang pendidikan agama yang rencananya diletakkan pada semester akhir, bagaimana kita akan menyikapinya," tuturnya. 

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help