Malang Raya

Ini Motivasi Para Arek Malang yang Jadi Duta Damai Dunia Maya, Lawan Radikalisme !

Mereka yang dikukuhkan menjadi duta damai terdiri dari blogger, ahli IT, dan desain komunikasi visual (DKV) yang sebelumnya mengikuti pelatihan.

Ini Motivasi Para Arek Malang yang Jadi Duta Damai Dunia Maya, Lawan Radikalisme !
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Kikan, mantan vokalis band Cokelat bernyanyi bersama duta damai dunia maya dalam pelatihan yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel Ijen Suites Malang, Kamis (27/7/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 60 orang anak muda, Arek Malang (Arema) dikukuhkan sebagai Duta Damai Dunia Maya, Kamis (27/7/2017) oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Mereka yang dikukuhkan menjadi duta damai terdiri dari blogger, ahli IT, dan desain komunikasi visual (DKV) yang sebelumnya mengikuti empat hari pelatihan.

Salah satu duta damai, Wulandari Dwi Puspitasari mengaku mendaftar menjadi duta damai karena sebuah alasan yang disebutnya cukup mendasar.

"Saya tidak ingin pelangi indah Indonesia ini ditutupi dengan tinta buram warna hitam. Pelangi merupakan keberagaman yang warnanya indah, dan pemaksaaan anti keberagaman itu sebuah tinta hitam yang merusak," ujar Wulan.

Pemikiran ini ia dapatkan setelah mendapati satu teman sekolahnya yang tidak beragama Islam dimusuhi dan dibenci oleh seorang guru agama. "Sejak itu saya berpikir, kenapa begini. Dan menurut saya itu tidak benar, karena bisa menghancurkan keberagaman," tegas mahasiswi semester 3 Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI) Malang itu.

Senada dengan Wulan, Ika Kusuma seorang mahasiswi Kedokteran Universitas Brawijaya Malang juga bersemangat menjadi duta damai dan mengisi website anti radikalisme karena melihat Indonesia sebuah negara yang beragam.

"Dan saat ini isu-isu radikalisme dan terorisme sudah sangat banyak banget di dunia maya, dan itu harus ditangkal dengan informasi positif dan anti radikalisme," tegasnya.

Sementara itu M Yasin Arief dari Sabda Perubahan yang juga menjadi duta damai menegaskan, isu radikalisme dan terorisme menyebar di dunia maya secara terstruktur dan masif. "Terlihat sekali kalau ada dananya, buzzer yang dipakai terstruktur," tegasnya.

Pengukuhan Duta Damai Dunia Maya itu dimeriahkan oleh Ambassador duta damai Kikan, eks vokalis grup band Cokelat. Kikan tergabung dalam program BNPT itu sejak APril 2017. 

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help