SuryaMalang/

Malang Raya

Butuh Dana Sekitar Rp 950 Juta, Kampung Arema Diharap Terealisasi Pada Akhir Tahun 2017

M Anton mengatakan penataan dan pengecatan kampung ini butuh dana sekitar Rp 950 juta. Anton ingin pengecatan Kampung Arema selesai pada Desember 2017

Butuh Dana Sekitar Rp 950 Juta, Kampung Arema Diharap Terealisasi Pada Akhir Tahun 2017
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Taman Singha Merjosari, Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemkot Malang terus menerima bantun dana dari badan usaha melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Berdasar catatan SURYAMALANG.COM, ada CSR untuk 10 proyek selama 2017. Tiga dari 10 proyek sudah selesai. Sedangkan tujuh proyek lain sedang dan akan dikerjakan.

Tiga proyek yang sudah rampung dikerjakan adalah revitalisasi taman dan jalur pedestrian di Jalan Dieng, revitalisasi taman Jalan Terusan Dieng, dan pengecatan Kampung Putih.

Jalur pedestrian Jalan Dieng direvitalisasi menggunakan CSR perusahaan rokok. Taman Jalan Terusan Dieng mendapat CSR dari perguruang tinggi swasta di Kota Malang. Sedangkan Kampung Putih dicat oleh perusahaan produsen cat. Tiga pengerjaan ini telah rampung pada triwulan pertama 2017.

Sementara itu ada tujuh proyek dari CSR sedang dikerjakan pada semester kedua tahun ini. Tujuh proyek itu adalah pembangunan jembatan kaca penghubung Kampung Warna-Warni dan Kampung Tridi, pengecatan jalan layang (fly over) Arjosari dan Kotalama, revitalisasi Taman Dempo, perbaikan jalur pedestrian di Jalan Ijen, pengecatan Kampung Arema, lampu penerangan di Taman Singha, Merjosari, dan pembuatan taman tematik di Taman Singha.

Kampung Arema bakal berada di sisi barat Kampung Warna-Warni. Wali Kota Malang, M Anton mengatakan penataan dan pengecatan kampung ini butuh dana sekitar Rp 950 juta. Anton ingin pengecatan Kampung Arema selesai pada Desember 2017.

“Memang kami banyak mengandalkan CSR. Namun, tetap ada yang memakai dana APBD untuk revitalisasi taman di pinggiran, seperti di Blimbing,” kata Anton kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (29/7/2017).

Pemkot Malang juga sedang memproses perubahan eks Pasar Merjosari menjadi kawasan ruang terbuka hijau. Pengubahan itu untuk menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang masih kurang dari 20 persen dari luas wilayah Kota Malang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang, Erik Setyo Santoso mengatakan bekas Pasar Merjosari sedang proses perubahan pencatatan aset.

“Dinas sebelumnya mengubah, dan diserahkan ke Disperkim. Kalau sudah selesai, kami bakal segera membuat master plan RTH,” ujar Erik.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help