SuryaMalang/

Kediri

BNN Gandeng Kasi Trantib Kecamatan dan Kelurahan Demi Kota Kediri Bersih Narkoba

Kasi Pemberantasan BNN Kota Kediri, Kompol Subagyo SH menjelaskan soal kawasan rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Kediri.

BNN Gandeng Kasi Trantib Kecamatan dan Kelurahan Demi Kota Kediri Bersih Narkoba
BNN Kota Kediri for SURYAMALANG.COM
Seluruh Kasi Trantimb menjalani tes urine oleh anggota BNN Kota Kediri. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri menggandeng Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Kediri dalam rapat kerja (raker) terkait pemetaan kawasan rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba serta sinergitas program pemeberdayaan alternatif, Jumat (4/8/2017).

Dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM, raker itu digelar di di Aula Kecamatan Pesantren.

Kepala BNN Kota Kediri, AKBP Lilik Dewi Indarwati mengatakan raker yang mengundang kasi trantib dari kelurahan dan kecamatan ini untuk mengedukasi dan mensinergikan pelaksanaan program pemberdayaan alternatif bagi masyarakat di kawasan rawan.

“Pemetaan sudah dilakukan oleh Seksi Pemberantasan BNN Kota Kediri. Selanjutnya tinggal didiskusikan dengan kawasan rawan bagaimana caranya agar diminimalisir dan dicarikan solusi,” imbuh polwan yang akrab disapa Dewi ini.

Sementara itu, Kasi Pemberantasan BNN Kota Kediri, Kompol Subagyo SH menjelaskan soal kawasan  rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Kediri.

“Selalu ada titik yang rentan dan menjadi penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Untuk itu kita jangan lengah dan harus bertindak cepat sebelum menyebar,” tuturnya.

Sedangkan Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Kediri, Kompol Dyah Nawang Indrawati menerangkan faktor utama seseorang mau mengedarkan narkoba adalah persoalan ekonomi.

“Program Pemberdayaan Alternatif ini akan mengajak mantan pengedar atau bandar narkoba ke pekerjaan lain yang legal namun tetap berdaya saing dan menghasilkan,” tambah Indra.

Pihaknya berharap melalui program pemberdayaan alternatif ini, mantan bandar atau pengedar narkoba yang telah bebas tidak kembali ke pekerjaan awalnya.

“Banyak yang bingung akan bekerja apa setelah bebas. Akhirnya kembali lagi menjadi pengedar. Kalau kelurahan atau kecamatan memfasilitasi kan jadi enak,” jelasnya.

Program Pemberdayaan Alternatif akan disesuaikan dengan kondisi di kawasan rawan.  Indra berharap melalui raker ini ASN kawasan rawan dan BNN Kota Kediri dapat bersama-sama merumuskan program pemberdayaan alternatif yang paling cocok untuk daerah tersebut.

“Harus tepat sasaran. Pesertanya nanti harus dari yang berpotensial,” imbuhnya.

BNN Kota Kediri berharap raker ini mampu meminimalisir penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kota Kediri.

Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help