SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

Mahasiswa UB Malang Bikin Alat Penghilang Bau Pesing di Kandang Kelinci, Alat Diuji di Kota Batu

"Insya Allah nanti alat ini kami komersilkan. Tinggal nunggu perkembangan, dan kami perbanyak alatnya," kata Justian.

Mahasiswa UB Malang Bikin Alat Penghilang Bau Pesing di Kandang Kelinci, Alat Diuji di Kota Batu
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Ika Widiyawati, Gusti Ayu Putu Marleni, dan Justian Ahmad mahasiswa UB Malang menunjukkan alat penghilang bau kotoran kelinci di kandang peternak kelinci Desa Bumiaji, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Tidak zamannya lagi kandang kelinci memiliki aroma pesing. Sebab, kini ada inovasi untuk menangkal bau pesing dari kotoran kelinci.

Adalah mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) Malang yang membuat inovasi alat canggih untuk menghilangkan bau kotoran dari kelinci.

Kelompok yang digawangi oleh Ika Widiyawati (20), Gusti Ayu Putu Marleni (21), Justian Ahmad (19), dan Justian Ahmad (19) berhasil mengaplikasikan alat penghilang bau kotoran kelinci di salah satu peternakan kelinci di Bumiaji, Kota Batu. Alat itu adalah S2-TSC (Smell Sensored Thymo-T Essence Charcoal).

Alat tersebut terlihat sederhana dan tidak banyak memakan tempat di kandang. Meskipun menggunakan listrik, tetapi dayanya tidak begitu besar, hanya 35 watt saja. Alat itu, dikatakan Gusti, menggunakan bahan arang untuk menyedot bau amoniak dari kotoran Kelinci.

"Bau amoniaknya disedot pakai blower dari alat ini. Lalu di dalam alat ini ada arang untuk menetralisir bau kotoran kelinci," kata dia.

Saat ditemui SURYAMALANG.COM, Jumat (11/8/2017), mereka menunjukkan cara kerja dari alat itu. Ada monitor kecil yang berfungsi untuk menunjukkan kekuatan dari bau amoniak. Saat alat itu dinyalakan, monitor menunjukkan bahwa gas amoniak pada kandang kelinci itu sebesar 0,27 vin. Padahal standarnya bau amoniak itu 0,10 vin.

"Itu salah satu tujuan kami membuat alat ini. Pasti malas kalau masuk kandang kelinci tapi bau kotoran. Belum lagi, jika manusia terlalu banyak menghirup gas amoniak akan membahayakan tubuh," lanjjut Gusti.

Alat ini, akan berhenti secara otomatis jika monitor menunjukkan angka gas amoniak 0,10 vin. Tak hanya itu, udara yang disedot oleh alat ini akan kembali dikeluarkan dalam bentuk udara yang bersih. Sehingga membuat kandang tidak bau kotoran lagi.

"Nanti arangnya ini bisa digunakan selama 60 jam. Dan cuma butuh 300 gram arang saja," sambung Justian.

Alat mereka ini sudah dipamerkan di beberapa expo internasional. Seperti Expo Intertanional First Young Scientist 2017 di UB, Expo International Innovation Animal Scince Competition 2017.

Bahkan, penelitian alat mereka sudah dibiayai oleh Menristek Dikti. Dan saat ini mereka akan mengikuti Pimnas ke-30 di Makassar. Di kandang milik peternak kelinci pedaging ini ada sekitar 50 kelinci dewasa dan peranakan. Luas kandangnya sekitar 7x10 meter.

"Insya Allah nanti alat ini kami komersilkan. Tinggal nunggu perkembangan, dan kami perbanyak alatnya," kata Justian.

Peternak Kelinci Bumiaji, Mashuri, mengatakan dengan adanya alat ini bisa membantu peternak untuk menghilangkan bau kotoran kelinci.

"Inovasi ini bagus sekali. Semoga bisa dikembangkan di setiap peternak kelinci," kata Mashuri.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help