SuryaMalang/

KPK Geledah Balai Kota Malang

Berikut Ini Perincian Kasus yang Menyeret Ketua DPRD Kota Malang Sebagai Tersangka oleh KPK

Febri Diansyah menyampaikan Arief berjanji menganggarkan proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang dalam APBD 2016-2018 senilai Rp 98 miliar.

Berikut Ini Perincian Kasus yang Menyeret Ketua DPRD Kota Malang Sebagai Tersangka oleh KPK
Surya
Jembatan Kedungkandang Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Ada dua kasus yang disidik Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) di Kota Malang.

Kasus pertama adalah pemberian hadiah kepada Ketua DPRD Kota Malang, M Arief Wicaksono dari Kepala PUPPB Kota Malang 2015, Jarot Edy Sulistyono dalam kasus pembahasan P-APBD 2015.

Sedangkan kasus kedua adalah pemberian uang dari Komisaris PT ENK, Hendarwan Maruszaman kepada Arief Wicaksono.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyampaikan Arief berjanji menganggarkan proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang dalam APBD 2016-2018 senilai Rp 98 miliar.

Sedangkan Jarot memberi uang Rp 700 juta kepada Arief Wicak. Uang itu diduga sebagai hadiah atas janji dimasukannya sejumlah proyek DPUPPB dalam Perubahan-APBD tahun anggaran 2015.

Penelusuran SURYAMALANG.COM, ada sejumlah perubahan di P-APBD Kota Malang tahun 2015. Belanja Barang dan Jasa naik sebesar Rp 122 miliar. Sebelum perubahan, Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp 442 miliar. Namun, setelah perubahan, dananya berubah menjadi Rp 564 miliar.

( Baca: Penggeledahan KPK Membuat Pembahasan P-APBD Kota Malang 2017 Tertunda )

Kenaikan belanja barang dan jasa di Dinas Pekerjaan Umum disebut paling banyak. Bahkan Fraksi Gerindra dalam pandangan akhirnya saat itu menyebut kegiatan di Dinas PU terbilang banyak hanya untuk waktu lima bulan.

Sumber di DPRD Kota Malang yang tidak mau disebutkan namanya mengaku sempat dimintai keterangan terkait lima proyek di Dinas PU saat diperiksa penyidik KPK.

“Saya lupa proyeknya, karena pemeriksaan itu sudah sekitar dua tahun lalu. Seingat saya, di antaranya Jembatan Kedungkandang,” ujar orang tersebut.

Untuk meloloskan penganggaran di DPU ini, Jarot disebut memberi hadiah sebesar RP 700 juta kepada Arief.

Baca: Jika Gagal Dibangun 2016, Penganggaran Jembatan Kedungkandang-Islamic Centre Harus Single Year

Terakit Jembatan Kedungkandang, Jubir KPK, Febri Diansyah menyebut Arief menerima hadiah dari Komisaris PT ENK sebesar Rp 250 juta. Uang itu sebagai hadiah atas janji penganggaran proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang dalam APBD 2016-2018 dalam tahun jamak dengan nilai proyek Rp 98 miliar.

Penelusuran SURYAMALANG.COM, tidak ada penganggaran kembali untuk proyek tersebut dalam APBD tahun anggaran 2016. Begitu pula dalam APBD 2017 tidak ada proyek tersebut.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help