SuryaMalang/

Gresik

Pembunuhan Istri Kades Gresik Luluk Diana, Polisi Hampir Saja Salah Tangkap

Yoyok minta tolong ke SS untuk mengambilkan mobilnya yang berada di rest area. Yoyok sempat memberi uang Rp 100 ribu ke SS.

Pembunuhan Istri Kades Gresik Luluk Diana, Polisi Hampir Saja Salah Tangkap
kolase SURYA/Rorry Nurwawati/Soegiyono

SURYAMALANG.COM, BATU -  Di balik kisah penangkapan tersangka pembunuh Luluk Diana, Istri Kades di Gresik di Ngantang ternyata ada insiden yang rupanya sudah diduga oleh tersangka Yoyok.

Sebelum bisa diringkus, Yoyok ternyata sudah mengelabui polisi yang memburunya dengan menyuruh rekannya, SS. SS yang rumahnya menjadi TKP penangkapan diminta mengambil mobil yang dikendarai Yoyok di rest area di Ngantang.

Yoyok diduga tiba di rest area Ngantang dengan mobil Honda jazz sekitar pukul 2.00 WIB, Jumat (11/8/2017). Setelah itu Yoyok berjalan-jalan sebelum akhirnya tidur di depan rumah Buamin, mertua SS yang juga tinggal serumah dengannya.

Selepas subuh, ia dibangunkan oleh kerabatnya lalu diberi tahu ada orang dari Surabaya sedang tidur di depan rumah. SS lantas turun dari lantai dua rumahnya menemui Yoyok yang tidur. Yoyok pernah sekali berkunjung ke rumah SS.

“Saya sempat kaget kok Yoyok ada di sini, tapi karena dia aparat dan saya kenal, ya saya persilahkan tidur di dalam rumah,” terangnya.

Sekitar pukul 9.30 wib, Yoyok bangun lalu mandi. Saat itu SS tidak mengetahui apa-apa terkait kasus yang sedang  dihadapi Yoyok.

Tak lama berselang, Yoyok minta tolong ke SS untuk mengambilkan mobilnya yang berada di rest area. Yoyok sempat memberi uang Rp 100 ribu ke SS. Namun oleh SS, uang itu rencananya akan dibelikan bahan bakar.

SS lantas menuju ke rest area Ngantang untuk mengambil mobil milik Yoyok. Namun tibanya di sana, ia langsung diamankan oleh petugas. Merasa tidak tahu menahu alasan dia diamankan, SS pun bertanya kepada petugas.

“Di mana orang yang punya mobil, ayo antar kami ke sana,” kata SS menirukan ucapan petugas yang mennagkapnya.

SS pun kembali ke rumah bersama belasan petugas. Setibanya di rumah, SS di larang masuk. Petugas lalu memerintahkan agar Yoyok keluar rumah untuk menyerahkan diri. Istri dan anak SS juga disuruh keluar.

Namun Yoyok tidak begitu saja menyerah. Ia justru melarikan diri dengan cara meloncat dari genteng rumah Buamin ke genteng rumah tetangga Buamin.

Polisi pun mengeluarkan tembakan peringatan agar Yoyok mau menyerahkan diri. SS mengatakan mendengar sekitar 10 kali tembakan ke udara.

Setelah Yoyok menyerahkan diri, petugas langsung mengamankan Yoyok. SS tidak mengetahui secara pasti ke mana Yoyok diamankan. Saat melarikan diri, Yoyok tidak membawa senjata.

“Kalau saja tahu sejak awal kan saya pasti menolak. Tapi karena dia aparat, ya saya hormati,” tutup SS. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help