SuryaMalang/

Malang Raya

'Meja Panas' di Polres Malang Kota Bakal Dipakai KPK untuk Memeriksa Pejabat Terduga Korupsi

Informasi di lapangan menyebutkan sejumlah anggota DPRD Kota Malang akan dimintai keterangan, Senin (14/8/2017).

'Meja Panas' di Polres Malang Kota Bakal Dipakai KPK untuk Memeriksa Pejabat Terduga Korupsi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Sebanyak 15 meja disusun di aula Polres Malang Kota sebagai fasilitas kepada para penyidik KPK untuk memeriksa saksi, Minggu (13/8/2017) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 15 meja ditata rapi di aula Polres Malang Kota untuk para penyidik KPK. Meja-meja itu disusun berbentuk lingkaran. Setiap meja ada dua kursi yang posisinya berhadapan.

Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan ruangan itu akan dipakai selama tiga hari oleh KPK. Namun Marhaeni belum bisa memberitahu kapan pastinya jam pemeriksaan dimulai.

"Dipakai mulai besok sampai tanggal 16," ujarnya singkat, Minggu (13/8/2017).

Informasi di lapangan menyebutkan sejumlah anggota DPRD Kota Malang akan dimintai keterangan, Senin (14/8/2017).

Mereka akan dimintai keterangan setelah selama empat hari KPK melakukan penggeledehan di Kota Malang, termasuk di rumah dinas Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono dan gedung dewan.

Bahkan sejumlah nama telah ditetapkan sebagai tersangka seperti Arief Wicaksono. Arief juga telah mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Kota Malang. Selain Arief, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Jarot Edy Sulistiyono juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Wakil Kepala Polisi Resort Malang Kota Kompol Nandu Dyananta mengatakan fasilitas untuk proses pemeriksaan sudah disiapkan di Mapolres Malang Kota.

“Polres hanya memantau pengembangan kasus dan memberi fasilitas. Ruangan penyelidikian itu bisa digunakan mulai Senin (14/8/2017),” katanya, Jumat (11/8/2017).

Nandu juga mengaku belum belum bisa memberi keterangan terkait nama-nama yang akan diperiksa. Menururtnya pemeriksaan nanti juga bersifat tertutup. Keterangan resmi akan disampaikan oleh pihak KPK.

“Sekalipun saya tahu, saya tidak bisa mengatakan karena ini tugas KPK. Nanti rilis resmi dari KPK,” lanjutnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help