SuryaMalang/

Malang Raya

Pipa Peninggalan Belanda Bikin Pusing PDAM Kabupaten Malang

Namun, pihaknya tidak bisa memastikan adanya kebocoran air akibat faktor non teknis, seperti permainan meter air pelanggan atau pencurian air.

Pipa Peninggalan Belanda Bikin Pusing PDAM Kabupaten Malang
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Peletakan batu pertama pembangunan kantor PDAM Kabupaten Malang, Rabu (9/8/2017). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Persentase kehilangan air PDAM Kabupaten Malang mencapai sekitar 25,26 persen pada awal tahun 2017 lalu.

Dirut PDAM Kabupaten Malang, Syamsul Hadi menargetkan persentase kehilangan air menurun 1 persen pada akhir tahun ini. Saat ini PDAM sedang memperbaiki jaringan pipa secara bertahap.

“Kami tidak pernah berhenti memperbaiki pipa jaringan air demi mencapai target itu,” kata Syamsul Hadi kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (13/8/2017).

Di antara penyebab kehilangan air milik PDAM adalah usia pipa jaringan air. Masih banyak pipa jaringan air yang digunakan PDAM merupakan peninggalan Belanda. PDAM sulit memperbaiki jaringan pipa usia tua secara menyeluruh karena terbatasnya dana.

“Makanya kami tidak berani menargetkan penurunan persentase kehilangan air terlalu besar. Banyak faktor yang harus diselesaikan untuk memperkecil persentase itu,” ucap Syamsul Hadi.

Pihaknya sedang mempersiapkan penggunaan peralatan teknologi untuk menekan potensi kehilangan air. Teknologi tersebut bisa untuk mendeteksi tekanan dan debit air. Jadi bisa diketahui terjadi kebocoran pipa air.

Namun, pihaknya tidak bisa memastikan adanya kebocoran air akibat faktor non teknis, seperti permainan meter air pelanggan atau pencurian air.

“Sampai sekarang kami belum menemukan hal itu,” ujar Syamsul Hadi.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help