SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

Ternyata Ini Penyebab Petani di Kota Batu Tak Mau Terapkan Pertanian Organik

Akhmad Yunus mengakui permasalahan petani adalah sulit menerapkan pertanian organik, terutama petani di Bumiaji.

Ternyata Ini Penyebab Petani di Kota Batu Tak Mau Terapkan Pertanian Organik
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Petani di Kota Batu menunjukkan hasil panen seledri. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Kebiasaan petani di Kota Batu menggunakan pestisida sulit dihilangkan.

Petani di Sumberejo, Rokhim mengaku pernah menerapkan sistem pertanian organik. Namun, hasilnya tidak maksimal. Akibatnya pun mempengaruhi hasil panennya.

“Hasil panennya tidak sebagus dan tidak sesegar ketika menerapkan sistem non-organik. Saat itu saya menanam bawang merah,” kata Rokhim kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (13/8/2017).

Selain itu, bawang merah hasil panennya busuk dalam waktu tiga hari. Sebab, banyak hama dan hewan yang memakan hasil panen miliknya.

Ini berbeda ketika Rokhim menerapkan pertanian non-organik. Dia leluasa menggunakan pestisida, obat, dan vitamin untuk menghasilkan hasil panen yang maksimal.

“Penggunaan pestisida itu untuk menghilangkan ulat, dan sebagainya,” imbuhnya.

( Baca: Bupati Malang Rendra Kresna Khawatirkan Nasib 3 Ribu Petani Tebu, Ini Gara-Garanya . . . )

Menurutnya, petani yang terbiasa menggunakan pestisida sulit menghilangkan kebiasaan tersebut.

“Pemakaian pestisida paling hanya sekali dalam sepekan. Vitamin juga dipakai saat menanam,” imbuhnya.

Sementara itu, Penyuluh Petugas Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kota Batu, Akhmad Yunus mengakui permasalahan petani adalah sulit menerapkan pertanian organik, terutama petani di Bumiaji.

“Pemahamannya masih kurang,” kata Yunus.

( Baca: Panen Petani Kentang Kota Batu Menurun, Ternyata Ada Kendala Ini yang Belum Teratasi )

Sebenarnya penyuluh sudah membena dan memberi pengertian kepada petani tentang pertanian organik. Namun, petani sulit mengikuti berbagai macam proses.

Menruutnya, musuh utama petani adalah hama yang menyerang pada malam hari. Ketika menggunakan sistem organik, petani tidak bisa membiarkan hasil panennya dimakan hama.

“Petani yang menggunakan sistem organik hanya di beberapa tempat, seperti Temas, Dadaprejo, dan Pendem,” imbuhnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help