SuryaMalang/

Kediri

Tukang Sate Mengajak Siswi SD Masuk Kamar Mandi, yang Terjadi Selanjutnya Sungguh Terlalu

Polisi yang mendapatkan laporan kemudian segera meringkus pelaku di rumahnya. Barang bukti sebuah kain penutup wajah warna ungu

Tukang Sate Mengajak Siswi SD Masuk Kamar Mandi, yang Terjadi Selanjutnya Sungguh Terlalu
IST
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Ulah Saiful Arifin (26) penjual sate terhadap gadis di bawah umur sangat keterlaluan. Bermodalkan dua tusuk sate ayam, Saiful mencabuli VV (8) pelajar kelas 2 SD.

Ulah Saiful warga Dusun Geneng, Desa/Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri terungkap setelah korban VV menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya.

Polisi yang mendapatkan laporan kemudian segera meringkus pelaku di rumahnya. Barang bukti sebuah kain penutup wajah warna ungu, celana dalam warna biru dan celana jeans warna biru telah diamankan.

Dari pengakuan Saiful, perbuatan tidak senonoh terhadap anak itu dilakukan di kamar mandi masjid di Dusun Sagi, Desa Tarokan.

Saat itu korban berangkat sekolah melewati masjid kemudian dipanggil pelaku yang menjanjikan memberi dua tusuk sate ayam. Sebenarnya ada dua anak yang ditawari pelaku.

Namun hanya VV yang kembali setelah menaruh tas di bangku kelasnya. Kemudian korban diajak pelaku masuk ke dalam kamar mandi masjid.

Di dalam kamar mandi masjid pelaku kemudian menutup mata korban dengan penutup wajah. Kemudian korban dipaksa untuk membuka mulutnya.

Selanjutnya pelaku memasukkan kemaluannya yang sudah menegang ke dalam mulut korban. Perbuatan itu dilakukan dalam beberapa menit sampai pelaku mengalami orgasme.

"Setelah kejadian di dalam kamar mandi korban saya beri dua tusuk sate," ungkap Saiful.

Pelaku mengaku terobsesi melakukan perbuatan cabul setelah melihat film porno di handphone miliknya. Dari tayangan film porno itu muncul niat melakukan perbuatan cabul terhadap anak.

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Heryadi menjelaskan, perbuatan tersangka dijerat pasal 82 UU RI No 35/2014 tentang Perubahan UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman perbuatan pidana ini dengan hukuman penjara 15 tahun atau denda paling banyak Rp 5 miliar.

"Sejauh ini baru satu anak yang menjadi korbannya," jelasnya.

Satu korban yang juga dipanggil pelaku tidak mau datang.

"Dari pengakuan tersangka melakukan perbuatan cabul setelah nonton film porno," jelasnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help