Arema Malang

Terkait Kegagalan Arema Indonesia Tembus 12 Besar : Ada yang Tak Ingin Kami Naik Kasta

Kepastian itu didapat setelah Arema Indonesia ditundukkan oleh tamunya Persiga Trenggalek dengan skor 2-4 di Stadion Gajayana, Malang, Rabu

Terkait Kegagalan Arema Indonesia Tembus 12 Besar : Ada yang Tak Ingin Kami Naik Kasta
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
M Zulkarnaen, striker Arema Indonesia berebut bola dengan Sampurno, bek Persiga Trenggalek dalam laga Liga 3 di Stadion Gajayana Malang, Rabu (23/8/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Arema Indonesia harus mengubur ambisinya untuk bisa lolos ke babak 12 besar kompetisi Liga 3 zona Jatim.

Kepastian itu didapat setelah Arema Indonesia ditundukkan oleh tamunya Persiga Trenggalek dengan skor 2-4 di Stadion Gajayana, Malang, Rabu (23/8/2017).

Kekalahan itu membuat poin Arema Indonesia masih bertahan diangka 14 dan membuat mereka gagal bersaing dengan Perseta Tulungagung dan Persiga Trenggalek. Hal itu tentu saja membuat manajemen Arema Indonesia merasa kecewa. Pasalnya mereka gagal lolos ke babak 12 besar Liga 3 zona Jatim.

Media officer Arema Indonesia, Noor Ramadhan menilai hasil tersebut tak sesuai dengan target yang sudah mereka tetapkan sebelumnya.

Ia juga menambahkan bahwa pergantian pelatih dan juga keluarnya beberapa pemain kunci juga turut mempengaruhi performa tim Arema Indonesia.

"Kami sekarang tengah berada dalam masa transisi setelah berganti pelatih. Jadi bisa dikatakan Arema Indonesia memulai dari bawah lagi. Tetapi pemain sudah bisa menunjukkan lebih baik dari laga-laga sebelumnya," bebernya Kamis (24/8/2017).

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa para pemain sudah menunjukkan peningkatan permainan. Namun, pemain yang ada masih mengalami kesulitan untuk bisa menutup kekosongan hilangnya beberapa pemain kunci. Sehingga hal itu bisa dengan mudah dieksploitasi oleh Persiga Trenggalek.

"Lubang-lubang yang ditinggalkan oleh pemain-pemain vital itulah yang menyebabkan tim tidak siap. Sehingga Persiga bisa memanfaatkan hal itu untuk mencetak empat gol ke gawang Arema," imbuhnya.

Di sisi lain, ia juga kecewa lantaran ada satu gol Arema Indonesia yang dianulir wasit saat menghadapi Persiga Trenggalek. Padahal pada saat itu posisi pemain Arema Indonesia tidak berada dalam posisi offside. Sehingga hal itu menimbulkan protes keras dari pemain bahkan juga Aremania.

Bahkan, pria yang akrab disapa Nunun itu menjelaskan bahwa langkah Arema Indonesia semakin berat untuk lolos ke babak 12 besar. Harapan satu-satunya adalah keputusan laga antara Persema 1953 kontra Arema Indonesia yang dihentikan beberapa waktu lalu.

Sebab, pada saat itu, laga dihentikan lantaran penonton masuk ke lapangan. Sehingga pengawas pertandingan memutuskan untuk menghentikan laga yang memasuki menit 81'.

"Kalai semisal ASPROV memutuskan kemenangan WO untuk Arema Indonesia. Maka kesempatan untuk lolos masih terbuka dengam syarat harus menang lawan Perseta di laga terakhir. Tetapi memang dari awal saya sudah katakan bahwa ada gerakan terselubung sistematis yang tak ingin Arema Indonesia naik kasta," pungkasnya.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved