SuryaMalang/

Malang Raya

Mendaki Gunung di Rusia, Mahasiswa UB Alami Hal Tak Terduga, Katanya Sampai Linglung

Tiga mahasiswa itu bersyukur bisa mengibarkan bendera merah putih, bendera Brawijaya, dan bendera IMPALA UB di puncak Gunung Elbrus.

Mendaki Gunung di Rusia, Mahasiswa UB Alami Hal Tak Terduga, Katanya Sampai Linglung
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Tim pendakian Gunung Elbrus disambut Rektor UB setelah berhasil mengibarkan bendera di puncak gunung tertinggi di Eropa itu, Jumat (25/8/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Gede Krisna, Endah Purwaningtyas, dan Ahmad Sholahuddin merasakan sakit kepala saat mendaki Gunung Elbrus, Rusia pada 16 Agustus 2017.

“Badan tetap sehat, dan tidak terasa sakit. Tetapi kepala terasa sakit dan pusing saat berada di ketinggian 5.300 meter dari permukaan laut (mdpl). Mungkin karena oksigen yang semakin menipis,” kata Sholah kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (25/8/2017).

Padahal tiga anggota Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (IMPALA) Universitas Brawijaya (UB) itu sudah empat kali menjalani aklimatisasi (penyesuaian (diri) dengan iklim, lingkungan, kondisi, atau suasana baru, red.).

( Baca: Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Tewas, Pamit Upacara 17 Agustusan )

( Baca: Hiii! Ditakuti Para Pendaki, Ini 6 Gunung yang Punya Pasar Gaib, Ada Pendaki Tewas Usai Beli Barang )

( Baca: Lihat Deretan Foto Pengibaran Bendera Merah-Putih di Gunung Ini, Bikin Merinding Campur Haru! )

Namun, tiga mahasiswa itu masih merasa sakit kepala.

Ketika tiga mahasiswa itu sampai di puncak Gunung Elbrus pada pukul 11.50 waktu setempat, cuaca cerah.

“Ketika turun pukul 13.00 waktu setempat, kami sempat kena badai,” cerita Gede.

Gede sempat linglung ketika sampai di puncak Gunung Elbrus.

Halaman
12
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help