SuryaMalang/

Surabaya

Pengendara Motor ini Kena Tilang Online di Surabaya, Besaran Dendanya Bikin Dia Syok, Ternyata . . .

Dalam surat tilang warna biru yang diterimanya, dia terkena dua pasal pelanggaran Undang-Undang Lalu Lintas.

Pengendara Motor ini Kena Tilang Online di Surabaya, Besaran Dendanya Bikin Dia Syok, Ternyata . . .
tribunnews.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.com, SURABAYA -  Program tilang elektronik (e-Tilang) sedang banyak diperbincangkan masyarakat. Utamanya terkait mahalnya denda yang harus dibayar oleh pengendara yang terkena tilang melalui rekening BRI (Bank Rakyat Indonesia).

Seperti yang dialami Agung, warga Surabaya yang terkena tilang awal Agustus kemarin.

Setelah ditanyai nomer HP oleh petugas polisi yang menilangnya, beberapa saat kemudian pria ini menerima SMS dari BRI yang berisi bahwa dia harus menyetor uang sebesar Rp 1,5 juta ke rekening BRI.

Dalam surat tilang warna biru yang diterimanya, dia terkena dua pasal pelanggaran Undang-Undang Lalu Lintas.

Atas pelanggarannya itu, ia harus menyetor uang sebesar Rp 1,5 juta yang merupakan denda maksimal atas pelanggarannya.

Hal serupa juga dialami oleh Bagus. Dia sempat kaget ketika mendapat SMS pemberitahuan untuk membayar denda tilang sebesar Rp 1,5 juta setelah terkena tilang polisi.

"Baru kali ini kena tilang yang dendanya segitu banyak. Sempat tidak percaya, tapi setelah saya tanya-tanya memang demikian sejak diterapkan e-Tilang," ujarnya.

Bukan hanya di Surabaya, keluhan serupa juga terjadi di berbagai daerah lain di Jawa Timur.

Di Lamongan, juga ada seorang warga yang harus membayar denda sebesar Rp 1,5 juta gara-gara sepeda motornya kena tilang.

"Pas ada operasi kendaraan bermotor, saya tidak bawa SIM dan surat motor yang saya bawa juga mati," kata warga Lamongan yang enggan dipublikasikan tersebut.

Halaman
1234
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help