SuryaMalang/

Malang Raya

Workshop UMKM Go Online di Malang, Pertemukan Pengusaha Kecil dengan Generasi Milenial

Workshop yang dilakukan secara roadshow sebanyak 10 kali itu memiliki tujuan untuk mempertemukan pengusaha kecil dengan generasi milenial

Workshop UMKM Go Online di Malang, Pertemukan Pengusaha Kecil dengan Generasi Milenial
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Acara roadshow Pahlawan Digital untuk memfasilitasi dan edukasi UMKM Go Online di Aula UIN Maliki, Senin (4/9/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) didominasi oleh generasi X yang kurang dapat beradaptasi dengan internet dan era digital. Sementara, di masa sekarang semua orang menggunakan media sosial bahkan untuk berbelanja.

"UMKM di Malang Raya ini produknya bagus dan potensial. Namun sayangnya promosi di media digital kurang maksimal. Sehingga kami dari Pahlawan Digital coba membantu mereka untuk go online," jelas Rizky Kurniawan Suhyar, PR PT Beon Intermedia pada acara workshop UMKM Go Online, Senin (4/9/2017).

Workshop yang dilakukan secara roadshow sebanyak 10 kali itu memiliki tujuan untuk mempertemukan pengusaha kecil dengan generasi milenial yang melek teknologi dan media digital.

"Nantinya kami akan menjodohkan pengusaha kecil dengan generasi milenial, yaitu para mahasiswa agar produk mereka bisa dipasarkan dengan baik lewat media digital," lanjutnya.

Sebanyak 150 UKM dan 150 mahasiswa akan dipertemukan pada bulan Sepetember 2017. Tentu bukan sembarang mahasiswa yang dipilih untuk membantu para pengusaha kecil itu.

"Kami akan menyeleksi mahasiswa yang memahami dunia teknologi, media sosial, dan yang mau belajar dunia bisnis. Nantinya mereka akan dibagi menjadi 2 tugas, yaitu market buzzer bagi yang memahami digital marketing, dan crafter untuk yang jago fotografi dan desain. Jadi kita maksimalkan generasi milenial untuk meningkatkan ekonomi UMKM," terang Rizky.

Kegiatan ini juga sejalan dengan program Presiden yaitu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi Asia pada 2020. Untuk itu, transaksi e-commerce harus mencapai USD 130 miliar. Sedangkan saat ini transaksi e-commerce Indonesia baru ada di angka USD 4,89 miliar.

"Maka dari itu kami juga menyeleksi 150 UMKM yang benar-benar memiliki produk bagus dan potensial namun tidak memahami cara menjual di media digital. Intinya yang sangat membutuhkan pertolongan. Jika nanti berhasil, mereka tidak hanya akan meningkatkan transaksi e-commerce Indonesia tapi juga membuka lapangan pekerjaan dan membantu mengurangi pengangguran," tutupnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help