Arema FC Vs Madura United
Gawat, ke Markas Madura United Zonder Meiga dan Atayew, Bisakah Rotasi Selamatkan Arema?
Kebutuhan tim serta krusialnya laga juga menjadi pertimbangan untuk memutuskan melakukan rotasi atau tidak.
Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Arema FC berupaya untuk tetap bisa tampil maksimal saat menyambangi markas Madura United, Gelora Ratu Pamelingan, Minggu (10/9/2017).
Tim beralias Singo Edan ini siap melakukan penyegaran untuk bisa menampilkan kemampuan terbaik.
Namun, meskipun menyiapkan rotasi, pelatih Arema FC, Joko Susilo mengakui tak mudah untuk bisa melakukan rotasi.
Karena kebutuhan setiap pertandingan tidak sama. Sehingga tim pelatih harus membuat perhitungan yang matang sebelum melakukan rotasi.
Ia menjelaskan bahwa untuk laga-laga penting seperti ini, tidak mudah untuk bisa melakukan rotasi. Sebab, tekanan pertandingan tentu akan sangat berat.
Pemilihan pemain yang tepat sesuai dengan kebutuhan tim bisa membuat tim bisa tampil maksimal.
"Kami tidak bisa hanya berpatokan pada teori rotasi. Perhitungan matang harus kami siapkan.
"Plus minusnya jika ada rotasi serta psikologis tim juga harus dipertimbangkan secara matang. Tidak bisa langsung melakukan rotasi secara sembarangan," ungkapnya Rabu (6/9/2017).
Ya, Arema FC memang menyiapkan beberapa alternatif untuk menghadapi Madura United. Apalagi Arema FC masih belum sepenuhnya full team.
Saat ini tim Singo Edan masih menunggu Ahmet Atayew yang masih membela Timnas Turkmenistan dan Kurnia Meiga yang masih pemulihan.
Sambil menunggu Ahmet Atayew dan Kurnia Meiga, tim pelatih telah menyiapkan Hanif Sjahbandi dan juga Dwi Kuswanto untuk bisa menjadi pengganti.
Namun sekali lagi, Joko Susilo menegaskan tak akan sembarangan dalam mengambil keputusan rotasi.
Kebutuhan tim serta krusialnya laga juga menjadi pertimbangan untuk memutuskan melakukan rotasi atau tidak.
"Kami akan melihat kondisi terakhir terlebih dahulu. Selain itu, pertimbangan-pertimbangan lain juga harus diperhatikan. Sebab kalau sembarangan dalam melakukan rotasi yang ada tim justru akan tampil berantakan," imbuhnya.
Di sisi lain, untuk beberapa pemain yang baru kembali dari pemanggilan timnas kondisinya sudah semakin baik. Namun, pelatih berlisensi A AFC itu menyebut untuk mengembalikan kondisi setiap pemain memerlukan penanganan yang berbeda-beda.
"Kami mungkin hanya mengatur agar semua pemain bisa mencapai puncak kondisi saat menghadapi Madura United. Jadi setiap pemain treatment yang diberikan berbeda.
"Sebab, untuk tim senior semua berjalan dinamis. Sebab, kalau untuk penanganan pemain senior disamakan justru membuat tim tak maksimal," pungkasnya.