SuryaMalang/

Jendela Dunia

Terungkap, Perempuan Roati Ini Warga Indonesia Pertama yang Bintangi Film Dewasa di Jepang

"Roati dulu saat main film porno masih berusia 24 tahun dan dijual video pornonya tanggal 8 Maret 2001 produksi Asian Wing,"

Terungkap, Perempuan Roati Ini Warga Indonesia Pertama yang Bintangi Film Dewasa di Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Perempuan Roati 

SURYAMALANG.COM, TOKYO - Dunia industri film dewasa di negara Jepang ternyata sudah melibatkan warga Indonesia sebagai salah satu bintangnya sejak beberapa tahun lalu.

Bila belakangan muncul nama Sera Amane (nama samaran) yang merupakan perempuan warga Indonesia yang memulai debut film pornonya di Jepang saat ini, belaan tahun lalu sudah ada perempuan Indonesia lain yang berprofesi serupa.

Baca: Perempuan Indonesia Ini jadi Bintang Film Dewasa di Jepang, Ternyata Lokasi Syutingnya di Sini

Sera Amane bukanlah satu-satunya warga negara Indonesia yang bermain dalam film porno di Jepang.

Adalah wanita yang kini berusia 40 tahun yang dikenal dengan nama samaran Perempuan Roati tercatat sebagai warga negara Indonesia pertama yang bermain dalam film porno di Jepang.

 

"Roati dulu saat main film porno masih berusia 24 tahun dan dijual video pornonya tanggal 8 Maret 2001 produksi Asian Wing," ungkap sumber Tribunnews.com, Rabu (6/9/2017).

Video VHS yang diproduksi Asian Wing tersebut kini sudah hilang dari pasaran karena sudah 16 tahun lalu dan kalau pun ada terjual di pasaran harganya juga sangat murah sekitar 500 yen.

"Produsen film porno kerjanya sulit saat ini banyak saingan dan harga jatuh terus. Jadi Asian Wings sang pembuat juga tampaknya sudah bangkrut saat ini tak bisa bertahan lama," tambahnya.

Perputaran film porno di Jepang sangat cepat karena siapa pun kini bisa membuat film porno dan menjualnya ke produsen (maker) film yang besar.

"Jika berhasil terjual, dari pribadi yang buat film porno, paling juga dibeli dengan harga sekitar 100.000 yen karena pembuatan pribadi biasanya amatir kurang profesional dan hasil gambar biasa, penyajian biasa, siapa pun bisa buat film seks," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help