SuryaMalang/

Malang Raya

Mahasiswa Asal Tunisia Ngebet Ingin Kuliah di Universitas Negeri Malang, Ternyata Ini Alasannya

Ia adalah mahasiswa Tunisia yang mendapatkan beasiswa penuh program Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan

Mahasiswa Asal Tunisia Ngebet Ingin Kuliah di Universitas Negeri Malang, Ternyata Ini Alasannya
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Penyambutan resmi mahasiswa internasional dari berbagai program untuk berkuliah dan belajar budaya dan bahasa di UM, Rabu (6/9/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Mariem Ouaja merekam tari selamat datang dari mahasiswa Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang (UM) dalam acara penerimaan mahasiswa internasional 2017/2018, Rabu (6/9/2017).

Ia adalah mahasiswa Tunisia yang mendapatkan beasiswa penuh program Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

"Setelah lulus sarjana saya memang sangat ingin melanjutkan kuliah di Indonesia. Karena budaya negaranya yang berbeda dari negara di Asia lainnya. Beruntung dapat beasiswa ini," ujar mahasiswi English Education itu pada SURYAMALANG.COM.

Lulusan Centrale Private University of Tunis itu sampai melakukan riset di internet untuk menentukan ia akan berkuliah di kampus mana.

"Setelah riset, saya merasa suka sekali dengan UM karena lingkungannya, arsitektur bangunannya, hingga suasana akademiknya sepertinya menyenangkan," lanjutnya.

Mariem dan 44 mahasiswa internasional lain diterima secara resmi oleh UM sebelum menjalani program yang mereka ikuti masing-masing. Direktur Hubungan Internasional (HI) UM, Prof Yazid Basthomi mengatakan 45 mahasiswa asing itu terbagi dalam 6 program.

"Antara lain program KNB, Darmasiswa dari Kemendikbud, Indonesian Language Learning and Experience dari Thailand, Program Panda dari Guangxi Normal University Tiongkok, Indonesian Overseas Program dari Amerika, dan program reguler," rincinya.

Selain program KNB dan reguler yang murni belajar untuk mengejar gelar master, mahasiswa asing fokus pada mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.

"Beberapa program jumlah peserta cenderung konsisten dari tahun lalu. Namun secara keseluruhan, HI UM sudah memfasilitasi sekitar 250 mahasiswa internasional," katanya.

Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dari tahun 2016 yang hanya berkisar 110 mahasiswa asing.

"Tahun ini ada tambahan negara Rusia, Tunisia, dan Afganistan," jelas Yazid.

Program yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh UM itu, menurut Yazid, dapat meningkatkan visibilitas UM di dunia internasional.

"Yang penting visibiltas dulu. Untuk reputasi tentu harus dibangun secara bertahap," ungkapnya.

Selain itu juga memicu mahasiswa UM untuk mengikuti jejak mahasiswa internasional dan berkuliah di luar negeri.

"Mahasiswa UM akan mendapatkan kesempatan bersosialisasi intens dengan mahasiswa internasional dan harapannya mereka termotivasi untuk berkuliah di luar negeri sebagai bekal mereka untuk membangun negara," tuturnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help