SuryaMalang/

Malang Raya

Bisakah Parkir Elektronik Diterapkan di Kota Malang? Dan Bisakah Menyingkirkan Juru Parkir Nakal?

Pertanyaan ini disampaikan oleh fraksi Hanura - PKS DPRD Kota Malang dalam pandangan umum fraksi terhadap Ranperda Perubahan-APBD Kota Malang 2017.

Bisakah Parkir Elektronik Diterapkan di Kota Malang? Dan Bisakah Menyingkirkan Juru Parkir Nakal?
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Usulan penerapan parkir elektronik (e-parking) bergulir dari wakil rakyat. Fraksi Hanura - PKS menyarankan Pemkot Malang menerapkan e-parking.

Menurut fraksi ini, penerapan e-parking bisa menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir, juga memperbaiki sistem perparkiran di Kota Malang.

Pertanyaan ini disampaikan oleh fraksi Hanura - PKS DPRD Kota Malang dalam pandangan umum fraksi terhadap Ranperda Perubahan-APBD Kota Malang 2017.

Pertanyaan dan usulan ini pun ditanggapi oleh pihak eksekutif melalui Wakil Wali Kota Malang Sutiaji.

Sutiaji mengatakan penerapan e-parking masih harus dikaji terlebih dahulu. Jika Kota Malang memang ingin menerapkan sistem itu, setidaknya belajar dari Kota Bandung dan DKI Jakarta.

E-parking di Kota Bandung, kata Sutiaji, dikelola sendiri oleh Pemkot setempat, sedangkan di DKI Jakarta dikelola oleh pihak ketiga.

"Tetapi yang paling penting tentunya bagaimana penerapan e-parking ini tidak menimbulkan konflik di masyarakat. Mungkin bisa dicoba di titik-titik yang mudah dan tidak ada persoalan," ujar Sutiaji.

Karenanya untuk saat ini Pemkot Malang memilih berhati-hati jika memang ingin menerapkan e-parking ini. Salah satu hal penting yang harus dilakukan adalah mengajak bicara pengelola parkir di Kota Malang.

"Tentunya harus berhati-hati, dan mengajak bicara pengelola parkirnya," tegasnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help