SuryaMalang/

Malang Raya

Pusat Pengembangan Bisnis UIN Maulana Malik Ibrahim Kembangkan Go Maliki Pay

Makanya P2B mencetuskan untuk melakukan sinergi antara layanan bisnis biasa dengan layanan akademik berbasis komunitas.

Pusat Pengembangan Bisnis UIN Maulana Malik Ibrahim Kembangkan Go Maliki Pay
istimewa
Peluncuran Go Maliki Pay oleh Pusat Pengembangan Bisnis UIN Maulana Malik Ibrahim. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Pusat Pengembangan Bisnis UIN Maulana Malik Ibrahim mengembangkan program layanan informasi akademik dan sistem PPOB (payment point online bank) bernama Go Maliki Pay.

Ketua P2B UIN Maliki, Dr In’am Esha mengatakan sistem PPOB berbasis android sudah menjadi tren dan membuka peluang P2B untuk ikut dalam bisnis tersebut.

Makanya P2B mencetuskan untuk melakukan sinergi antara layanan bisnis biasa dengan layanan akademik berbasis komunitas.

“Go Maliki Pay bisa digunakan untuk membayar rekening bulanan listrik PLN PDAM, iuran BPJS, membeli pulsa, bahkan hingga voucher game oleh civitas akademika UIN yang telah registrasi,” kata In’am kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (10/9/2017).

Sebenarnya basis aplikasi Go Maliki Pay adalah informasi akademik.

Jadi, semua warga kampus dari semua level dapat memberi segala jenis informasi akademik.

“Dari mulai jadwal akademik, khutbah Jumat, info PMB, info prestasi mahasiswa di fakultas atau jurusan, event penting, kalender akademik, dan segala hal. Ruhnya adalah itu,” tambahnya.

Selagi mengakses informasi akademik, user juga bisa memanfaatkan Go Maliki Pay untuk bertransaksi.

“Bisa juga untuk donasi, misalnya infaq, zakat, dan waqaf ke el-Zawa UIN, dan memanfaatkan layanan lain yang kami sediakan,” tuturnya.

Transaksi dalam aplikasi Go Maliki Pay bebas dari unsur riba meski gagasan utamanya adalah berbisnis.

“Ada keuntungan, namun tidak banyak. Lagipula, keuntungan itu akan berputar lagi untuk kepentingan menunjang kegiatan civitas akademika UIN,” terangnya.

Gagasan Go Maliki Pay adalah hal baru di UIN Maliki dan di kalangan kampus di Kota Malang.

“Tanpa gagasan yang diwujudkan menjadi produk,  kami tidak mungkin mampu bersaing dan membuat lompatan di dunia bisnis yang semakin kompetitif,” terangnya.

In’am mengatakan sistem dan aplikasi ini masih dalam proses merintis dan masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut ke depan.

“Semoga langkah awal ini bisa memberi manfaat bagi kita semua,” harapnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help