SuryaMalang/

Malang Raya

Butuhkah Kota Malang dengan Penerapan Parkir Elektronik? Lantas Gimana Nasib Para Jukir?

“Kalau ada e-parking, tukang parkir kita di ke manakan? Lebih dari dua ribu pekerja yang berprofesi sebagai tukang parkir,” katanya pada Wartawan

Butuhkah Kota Malang dengan Penerapan Parkir Elektronik? Lantas Gimana Nasib Para Jukir?
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Kusnadi, mengatakan Kota Malang belum membutuhkan e-parking (parkir elektronik) untuk saat ini.

Pasalnya, belum ada kajian yang mendalam soal kebutuhan e-parking. Di samping itu, lanjut Kusnadi, keberadaan e-parking akan mengancam 2 ribu lebih jukir di Kota Malang menjadi pengangguran.

“Kalau ada e-parking, tukang parkir kita di ke manakan? Lebih dari dua ribu pekerja yang berprofesi sebagai tukang parkir,” katanya pada Wartawan, Senin (11/9/2017).

Meskipun anggota dewan banyak yang mendesak agar sistem tersebut diterapkan, namun pihaknya memilih untuk tetap melakukan kajian terlebih dulu. Karena jika sistem yang digunakan tidak tepat, maka akan ditakutkan dapat menimbulkan konflik baru.

Kusnadi melanjutkan, sistem e-parking pada dasarnya bisa menjadi solusi di perkotaan. Namun dalam waktu dekat ini Kusnadi belum bisa menjamin kalau sistem itu bisa terealisasi dengan baik.

“Kita lihat perkembangannya, kalau langsung dibuatkan e-parking, saya tidak setuju. Mungkin kalau memang sudah sangat mendesak baru boleh,” tambahnya.

Beberapa waktu lalu SURYAMALANG.COM mendapat informasi dari anggota dewan terkait usulan penerapan e-parking

Fraksi Hanura - PKS menyarankan Pemkot Malang menerapkan e-parking. Penerapan e-parking bisa menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir. Selain itu bisa memperbaiki sistem perparkiran di Kota Malang.

Usulan itu disampaikan fraksi Hanura - PKS DPRD Kota Malang dalam pandangan umum fraksi terhadap Ranperda Perubahan-APBD Kota Malang 2017. Usulan ini pun ditanggapi oleh Wakil Wali Kota Malang Sutiaji.

Sutiaji mengatakan penerapan e-parking masih harus dikaji terlebih dahulu. Jika Kota Malang memang ingin menerapkan sistem itu, setidaknya belajar dari Kota Bandung dan DKI Jakarta.

E-parking di Kota Bandung, kata Sutiaji, dikelola sendiri oleh Pemkot setempat, sedangkan di DKI Jakarta dikelola oleh pihak ketiga.

"Tetapi yang paling penting tentunya bagaimana penerapan e-parking ini tidak menimbulkan konflik di masyarakat. Mungkin bisa dicoba di titik-titik yang mudah dan tidak ada persoalan," ujar Sutiaji.

Karenanya untuk saat ini Pemkot Malang memilih berhati-hati jika memang ingin menerapkan e-parking ini. Salah satu hal penting yang harus dilakukan adalah mengajak bicara pengelola parkir di Kota Malang.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Bambang Soemarto belum bisa memberikan keterangan. Saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Bambang sedang rapat.

“Maaf masih rapat,” balasnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help