SuryaMalang/

Arema Malang

Moncer di Awal Liga, Tapi Melempem di Perjalanannya, Apa Sih yang Terjadi dalam Tubuh Arema FC?

Ya, kekalahan itu membuat langkah Arema FC semakin berat. Tim Singo Edan tak beranjak dari papan tengah klasemen sementara.

Moncer di Awal Liga, Tapi Melempem di Perjalanannya, Apa Sih yang Terjadi dalam Tubuh Arema FC?
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Skuat Arema FC dalam latihan di Stadion Gajayana Malang, Selasa (5/9/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Arema FC kembali harus memupus ambisinya untuk bisa menembus papan atas klasemen sementara usai tumbang atas Madura United dengan skor 0-2 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan, Minggu (11/9/2017).

Ya, kekalahan itu membuat langkah Arema FC semakin berat. Tim Singo Edan tak beranjak dari papan tengah klasemen sementara.

Adam Alis dan kolega masih belum mampu benar-benar tampil stabil sepanjang perjalanan di kompetisi Liga 1 ini.

Kalau dicermati sebenarnya Arema FC mengawali kompetisi Liga 1 dengan start yang cukup bagus. Tim Singo Edan mampu tampil tak terkalahkan pada lima pertandingan awal.

Namun, kekalahan atas PSM Makassar pada pekan keenam mengubah segalanya. Sejak kekalahan tersebut tim Singo Edan seakan kehilangan jati dirinya.

Performa tim Singo Edan justru naik turun dan tak stabil. Imbas dari performa tak konsisten itu membuat pelatih Arema FC, Aji Santoso harus terdepak. Sebagai pengganti manajemen menunjuk Joko Susilo sebagai suksesor Aji Santoso.

Selama ditangani Joko Susilo, performa Arema FC perlahan mulai menunjukkan perkembangan positif. Namun setelah empat pertandingan tanpa tersentuh kekalahan, performa Arema FC kembali menurun usai tumbang atas Madura United.

Menurut General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, naik turunya performa Arema FC itu dipengaruhi oleh banyak faktor. Tetapi yang paling utama adalah karena faktor komposisi tim. Ya, tim Singo Edan tak pernah benar-benar tampil dengan kekuatan terbaiknya.

"Kami selalu dihantui problem pemain cedera. Jarang sekali kami bisa tampil dengan kekuatan penuh. Kalaupun bisa tampil dengan kekuatan terbaik hanya dalam laga-laga tertentu saja. Sehingga tim pelatih harus menyesuaikan," bebernya Senin (11/9/2017).

Lebih lanjut, Ruddy Widodo menjelaskan dengan kondisi demikian, tim pelatih tak mempunyai pilihan lain untuk menyusun tim terbaik. Sehingga dengan kekuatan yang ada tim Singo Edan harus tampil tertatih-tatih di Liga 1.

"Memang sejak awal manajemen juga sedikit terlena dengan tim ini. Oleh karena itu, kami realistis saja di sisa kompetisi musim ini. Sebab, untuk menjadi juara sudah tidak mungkin bagi Arema FC," pungkasnya.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help