SuryaMalang/

Malang Raya

Wacana E-Parking Kota Malang Mulai Kendor, Dishub Punya Pertimbangan Seperti Ini

Meskipun anggota dewan banyak yang mendesak agar sistem tersebut diterapkan, namun Dishub memilih untuk tetap melakukan kajian terlebih dulu.

Wacana E-Parking Kota Malang Mulai Kendor, Dishub Punya Pertimbangan Seperti Ini
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Parkir motor di ruas jalan dekat pusat perbelanjaan sekitar Pasar Besar, Senin (20/6/2016). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Kusnadi mengatakan kalau Kota Malang belum membutuhkan e-parking untuk saat ini.

Pasalnya, belum ada kajian yang mendalam soal kebutuhan e-parking.

Di samping itu, lanjut Kusnadi, keberadaan e-parking akan mengancam 2 ribu lebih jukir di Kota Malang menjadi pengangguran.

 “Kalau ada e-parking, tukang parkir kita di kemanakan? Lebih dari dua ribu pekerja yang berprofesi sebagai tukang parkir,” katanya pada Wartawan, Senin (11/9).

Meskipun anggota dewan banyak yang mendesak agar sistem tersebut diterapkan, namun pihaknya memilih untuk tetap melakukan kajian terlebih dulu.

Karena jika sistem yang digunakan tidak tepat, maka akan ditakutkan dapat menimbulkan konflik baru.

Kusnadi melanjutkan, sistem e-parking pada dasarnya bisa menjadi solusi di perkotaan. Namun dalam waktu dekat ini Kusnadi belum bisa menjamin kalau sistem itu bisa terealisasi dengan baik.

“Kita lihat perkembangannya, kalau langsung dibuatkan e-parking, saya tidak setuju. Mungkin kalau memang sudah sangat mendesak baru boleh,” tambahnya.

Beberapa waktu lalu SURYAMALANG.COM mendapat informasi dari anggota dewan terkait usulan penerapan elektronik parkir (e-parking).

Fraksi Hanura - PKS menyarankan Pemkot Malang menerapkan e-parking.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help