SuryaMalang/

Malang Raya

Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Alat Pengubah Air Laut Menjadi Media Tanam Hidroponik

Pembuatan karya ini bermula dari melihat kondisi wilayah pesisir yang seharusnya bisa menjadi lokasi budidaya sayuran karena potensi cahaya matahari.

Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Alat Pengubah Air Laut Menjadi Media Tanam Hidroponik
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Tim peneliti Acyla dari FTP UB untuk mengubah air laut menjadi air tawar sebagai media tanam hidroponik bagi masyarakat pesisir. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya membuat alat yang digunakan untuk distilasi (memisahkan kandungan tertentu lewat proses pencapaian titik didih tertentu) air laut.

Alat karya mahasiswa ini bernama Acyla, atau Agrocoastal with Distillation System.

Pembuatan karya ini bermula dari melihat kondisi wilayah pesisir yang seharusnya bisa menjadi lokasi budidaya sayuran karena potensi cahaya matahari yang besar.

Potensi itu selama ini belum bisa dijalankan karena media tanam yang dibutuhkan tidak banyak tersedia.

Padahal, budidaya sayuran bisa meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.

"Air laut yang didistilasi itu akan menjadi air tawar sebagai media tanam budidaya sayuran menggunakan metode hidroponik," jelas Rizky Adha pada SURYAMALANG.COM, Selasa (12/9/2017).

Masyarakat pesisir yang mayoritas bekerja sebagai nelayan, kini bisa bercocok tanam dengan metode hidroponik.

Mahasiswa FTP UB itu melakukan penelitian di Dusun Sendang Biru, Kabupaten Malang.

"Memang kesulitannya adalah sulitnya memasukkan alat instalasi karena wilayahnya yang terpencil, namun ketika sudah dilaksanakan hasilnya cukup memuaskan," lanjutnya.

Hasil tanaman sayur yang dibudidayakan menggunakan hidroponik dengan media tanam air laut terdistilasi adalah lebih higienis.

Halaman
12
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help