SuryaMalang/

Nasional

TKW Cantik yang Menghilang dari Tempat Spa di Turki, Kini Terkuak, Ternyata Begini Nasibnya . . .

Disinggung mengenai biaya keberangakatan tiap TKI, biayanya sebesar Rp 15 juta yang sudah termasuk paspor, medical checkup, visa kerja, serta asuransi

TKW Cantik yang Menghilang dari Tempat Spa di Turki, Kini Terkuak, Ternyata Begini Nasibnya . . .
Facebook
Ni Nyoman Yanti, wanita Bali yang bekerja di Turki 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Muhammad Fredey Mercury

SURYAMALANG.COM - Pasca diberitakan terkait Ni Nyoman Yanti, tenaga kerja wanita asal desa Songan, Kintamani, Bangli, Bali yang meninggalkan tempat kerjanya beberapa waktu lalu, Dinas Koperasi UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bangli menggelar pertemuan bersama pihak-pihak terkait untuk menentukan nasib Yanti, Senin (11/9/2017).

Selain menghadirkan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Denpasar, dihadirkan pula PT Anugerah Usaha Jaya selaku pelaksana penempatan tenaga kerja swasta (PPTKIS), beserta pihak keluarga yang dihadiri oleh I Ketut Cukup selaku ayah Ni Nyoman Yanti dan pamannya, I Ketut Metu Kamajaya.

(BERITA TERKAIT : Cewek Bali Kerja di Tempat Spa di Turki, Terjadilah Hal Ini . . . Bikin Sang Ibu Nyaris Bunuh Diri)

Dibenarkan oleh I Putu Miasta, selaku Direktur Utama PT Anugerah Usaha Jaya Cabang Bali bahwa Ni Nyoman Yanti meninggalkan tempat kerjanya di Keyf Wellness Spa, Manavgat Turki pada tanggal 28 Agustus lalu.

“Hanya saja, mengenai pengakuan Yanti jika dirinya tidak mendapat gaji, tidak benar adanya. Sebab di tempat spa tersebut setidaknya terdapat 12 TKW asal Indonesia, yang lima orang di antaranya dari PT AUJ dan dari PT lainnya sebanyak tujuh orang, namun hanya Yanti yang mengaku tidak mengapat gaji,” ucapnya.

Dilanjutkan Miasta, Pihak PT AUJ pun memiliki bukti lainnya, yakni berupa kwitansi pembayaran angsuran kredit oleh Ni Nyoman Yanti per tanggal 25 Juli 2017, sebesar Rp 6 juta yang otomatis melunasi seluruh kredit keberangkatan Yanti sebesar Rp 15 juta.

Penjelasan mengenai kaburnya Yanti dari tempat kerja, imbuh Miasta, tidak lain karena Yanti terhasut dengan iming-iming bekerja di tempat yang lebih bagus, dengan gaji yang lebih tinggi. Meskipun tanpa paspor atau ilegal.

“Hal tersebut kami ketahui dari salah seorang TKI di Turki bernama Ni Made Yuni Ermawati. Yanti tergoda dengan iming-iming gaji besar, walaupun tanpa paspor. Nantinya dia (Yanti) dijanjikan akan dibantu mencari paspor oleh salah seorang pria asal Turki yang tidak lain adalah pacarnya. Inilah yang diduga menyebabkan Yanti memberanikan diri untuk meninggalkan tempat kerjanya,” jelas Miasta.

Lanjutnya, dengan adanya persoalan Yanti yang meninggalkan tempat kerjanya di Turki, jelas melanggar surat perjanjian pasal 10 yang mana berbunyi ‘apabila Pihak Kedua (Ni Nyoman Yanti) melarikan diri, pindah perusahaan/majikan selama masa penempatan, maka semua resiko menjadi tanggung jawab penuh secara pribadi pihak kedua’.

Halaman
12
Editor: eko darmoko
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help