SuryaMalang/

Malang Raya

Warga Kota Malang Geram dengan Reklame Ini, Pihak Berwenang Langsung Mencopotnya

Tampak bagian papan reklame tersebut sudah terkelupas dan sewaktu-waktu bisa terhempas ke jalanan yang padat kendaraan.

Warga Kota Malang Geram dengan Reklame Ini, Pihak Berwenang Langsung Mencopotnya
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Papan reklame di bundaran patung kuda SMPN 5 Kota Malang, Selasa (12/9/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Petugas Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) dan Satpol PP Kota Malang menurunkan papan reklame di bundaran patung kuda SMPN 5 Kota Malang, Selasa (12/9/2017).

Penurunan papan reklame ini berdasarkan laporan dari warganet yang mengeluh melalui media sosial.

Warga melaporkan kalau papan reklame yang terbuat dari seng itu terlihat mengelupas. Papan reklame itu berpotensi membayakan warga sekitar dan pengguna jalan di kawasan bundaran tersebut.

Tampak bagian papan reklame tersebut sudah terkelupas dan sewaktu-waktu bisa terhempas ke jalanan yang padat kendaraan.

Berawal dari unggahan pemilik akun Facebook Eko Suroso di grup Komunitas Peduli Malang, Selasa (12/9/2017), langsung menjadi perhatian Kepala BP2D Kota Malang, Ade Herawanto.

Ade pun menginstruksikan pasukannya untuk menerjunkan Tim Satgas Reklame segera meluncur ke lokasi.

"Sebelumnya kami memang sudah diinstruksikan oleh Abah Anton (Wali Kota Malang, Moch Anton, red) untuk bergerak cepat jika mendapati situasi demikian. Atas pertimbangan keselamatan masyarakat dan pengguna jalan, kami berinisiatif untuk segera membenahi papan reklame tersebut. Jangan sampai ada korban jiwa," ujar Sam Ade d'Kross, sapaan akrabnya.

Penurunan papan reklame itu bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang.

"Pihak kami juga langsung menghubungi pemilik reklame supaya cepat tanggap. Jika perlu dicopot atau dipotong dulu papan reklamenya sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," imbuhnya.

Hanya saja, pemilik papan reklame itu masih sulit terlacak. Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) papan reklame itu tidak bertuan.

Bahkan papan reklame itu termasuk dalam papan reklame yang diajukan ke Satpol PP untuk dirobohkan. Pemilik papan reklame itu terakhir membayar pajak per 8 September 2012.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help