SuryaMalang/

Malang Raya

Akademisi, Jurnalis, dan Aktivis Larut dalam Diskusi Kebebasan Berpendapat di Universitas Widyagama

Diskusi bertema Kebebasan Berpendapat di Era Digital ini digelar di Kampus III Universitas Widyagama (UWG) Kota Malang, Rabu (13/9/2017).

Akademisi, Jurnalis, dan Aktivis Larut dalam Diskusi Kebebasan Berpendapat di Universitas Widyagama
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Diskusi Kebebasan Berpendapat di Era Digital ini digelar di Kampus III Universitas Widyagama (UWG) Kota Malang, Rabu (13/9/2017). 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Akademisi, jurnalis, dan aktivis pers mahasiswa mengkaji kasus pelaporan berpendapat ke polisi yang menimpa Dandhy Dwi Laksono, jurnalis yang juga pendiri Watchdog.

Diskusi bertema Kebebasan Berpendapat di Era Digital ini digelar di Kampus III Universitas Widyagama (UWG) Kota Malang, Rabu (13/9/2017).

Hadir sebagai pembicara Dandhy Dwi Laksono, juga dua dosen Fakultas Hukum UWG Ibnu Subarkah dan Ramadhan Alfaris, dan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Rochmad Effendy.

Diberitakan sebelumnya, Dewan Pengurus Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD Repdem) Jawa Timur melaporkan Dandhy ke Polda Jawa Timur. Repdem melaporkan Dandhy karena tulisan opininya yang berjudul 'Suu Kyi dan Megawati'.

Repdem melaporkan Dandhy karena dianggap mencemarkan nama baik PDIP, Megawati, dan Presiden Joko Widodo.

Menurut Dekan Fakultas Hukum UMG Purnawan Dwikora Negara, diskusi itu dibuat sebagai bentuk kajian ilmiah atas kebebasan berpendapat di era digital.

"Kami berangkat dari kasusnya Dandhy. Kami buat kajian secara ilmiah, apakah pendapat berupa tulisan opini itu mengandung ujaran kebencian, ada niatan melecehkan.

"Kita melihat bangunannya seperti apa. Dari situ bisa dilihat, apakah kebebasan berpendapat saat ini mengarah kembali ke jaman dulu," ujar Pupung, panggilan akrab Purnawan.

Menurutnya, secara konstitusi negara telah menjamin kebebasan berpendapat di Indonesia.

"Tetapi keberadaan UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) memudahkan seseorang yang berbeda pendapat saja dikriminalisasi, dicap begini dan begitu," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help