SuryaMalang/

Malang Raya

Bandit Pasuruan yang 'Berdinas' di Kota Malang Ditembak Polisi, Begini Nasibnya Sekarang . . .

Slamet sempat melawan sehingga polisi melakukan tindakan tegas. Namun berkas kasusnya dilimpahkan Polsek Klojen kini

Bandit Pasuruan yang 'Berdinas' di Kota Malang Ditembak Polisi, Begini Nasibnya Sekarang . . .
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Slamet, bandit Pasuruan yang meresahkan warga Kota Malang, berhasil ditangkap setelah menjadi DPO sekitar 3 bulan lamanya. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Polisi berhasil menangkap M Slamet alias Mat (29) warga Tempuran, Pasrepan, Pasuruan, buron pelaku ranmor yang selalu membawa bondet (bom) saat beraksi.

Sekadar infomrasi, ia bersama dua orang temannya yang lain yakni Suhadak (25) dan DS (17) pernah melempar bondet ke warga Penanggungan Betek, Kota Malang, saat mencuri motor, akhir bulan Juli 2017 lalu.

Kedua kaki M Slamet ditembak petugas gabungan dari Polda Jatim saat penggerebekkan di Pasuruan.

Kanit Reskrim Polsek Klojen, AKP Irwan Tjatur Irawan mengatakan Slamet sempat melawan sehingga polisi melakukan tindakan tegas. Namun berkas kasusnya dilimpahkan Polsek Klojen kini.

“Setelah melarikan diri dari kejaran warga di Tembalangan dan Penanggungan, dia lari ke Pasuruan,” kata Tjatur, menceritakan pelarian Slamet, Rabu (13/9/2017).

Dijelaskan Tjatur, komplotan itu kerap mencuri motor di kawasan Matos dan Jl Panjaitan. Mereka lantas menjual motor hasil curian, sementara uang yang didapat digunakan untuk berfoya-foya.

Ketiganya berangkat dari Pasuruan ke Kota Malang dengan cara berboncengan tiga pada 21 Juli 2017. Sesampainya di Kota Malang, mereka langsung mendatangi kawasan Betek Jl Panjaitan, gang 18.

Ketiganya mengincar sebuah motor yang terparkir di depan rumah. DS duduk di atas sepeda motor sembari mengawasi keadaan. Suhadak memasang kawat di pintu rumah, agar penghuni rumah kesulitan mengejar para tersangka ketika tahu motornya diambil.

Sementara, Mat merusak rumah kunci dengan alat khusus, serta menusukkan kunci T ke lubang starter. Aksi mereka ketahuan. Warga langsung mengejar ketiga pelaku. Suhadak, melemparkan bondet yang meledak ke arah warga sebelum berpencar. Suhadak dan DS tertangkap di Tembalangan.

“Sedangkan, Mat melarikan diri dengan naik bus pulang ke Pasrepan, Pasuruan,”  ujar Tjatur.

Kepada polisi, Mat mengaku sudah melakukan 10 kali pencurian motor dengan lima TKP di Kota Malang. Dia mengaku ingin pakai uang hasil penjualan sepeda motor curian, buat foya-foya. Dia dan dua tersangka lain, dikenakan pasal 363 KUHP, pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal 7 tahun.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help