SuryaMalang/

Malang Raya

Belasan Domba Tewas Misterius di Malang, Apa Penyebabnya? Simak Pemaparan Dokter Hewan Ini

“Ini analisa awalnya hewan liar. Bisa anjing liar, bisa lainnya. Memang pernah kejadian dulu di lain tempat. Tapi kami juga masih mendalami lagi,”

Belasan Domba Tewas Misterius di Malang, Apa Penyebabnya? Simak Pemaparan Dokter Hewan Ini
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Polisi melihat kondisi belasan domba yang mati tak wajar di Karangploso Malang, Rabu (13/9/2017) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – drh Anung Wibowo menjelaskan secara ilmiah terkait peristiwa matinya sejumlah domba milik Muhammad Efendi di Dusun Ketangi, Desa Tegalgondo, Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (13/9/2017).

Menurutnya, domba Efendi mati akibat serangan hewan liar.

“Ini analisa awalnya hewan liar. Bisa anjing liar, bisa lainnya. Memang pernah kejadian dulu di lain tempat. Tapi kami juga masih mendalami lagi,” katanya, Rabu (13/9/2017).

Hewan buas yang dimaksud kemungkinan besar adalah Anjing Gladak yang kerap digunakan untuk berburu. Anung mengatakan, anjing itu memiliki insting melumpuhkan buruan, bukan memakannya.

Saat melumpuhkan buruannya, anjing gladak akan menggigit bagian leher. Bagian leher adalah bagian yang vital karena terdapat arteri dan vena.

Serangan malam hari yang tidak menimbulkan suara gaduh itu menurut Anung karena anjing punya naluri untuk memilih waktu yang tepat. Apalagi para domba berwarna putih sehingga mudah terlihat di malam hari.

“Kenapa bisa seperti itu, karena dia punya naluri insting membunuh. Warna putih kalau malam kelihatan.  Begitulah isntingnya hewan liar,” paparnya.

Peristiwa itu juga tidak meninggalkan virus atau jangkitan penyakit apapun. Namun Anung mengatakan untuk memastikan perlu ada tes di laboratorium. Soal rabies, Anung mengatakan tidak mungkin.

Pasalnya, anjing yang terkena rabies adalah anjing yang sakit sehingga tidak mungkin bisa banyak beraktivitas.

“Itu kan anjing yang sakit, kalau ada orang yang mendekat baru digigit,” ungkapnya.

Anung menyarankan agar para peternak menjaga baik-baik hewan ternaknya. Pasalnya, hingga saat ini masih belum diketahui siapa pelakunya. Hal itu bisa memungkinkan adanya korban di lain tempat.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help