SuryaMalang/

Malang Raya

Pedagang Pasar Blimbing Kota Malang Bertemu Investor, Tapi Belum Ada Titik Temu

Meskipun diminta segera pindah, pedagang masih tetap emoh untuk pindah ke pasar penampungan. Ada beberapa perimbangan kenapa pedagang masih enggan

Pedagang Pasar Blimbing Kota Malang Bertemu Investor, Tapi Belum Ada Titik Temu
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
FOTO ARSIP - Petugas Dinas Pasar membongkar lapak pedagang yang berada di bagian belakang Pasar Blimbing, Kota Malang, Jumat (16/12/2016). Dinas Pasar Kota Malang mulai melakukan pembongkaran Pasar Blimbing yang dimulai dari lapak pedagang yang tidak dipakai berjualan. 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Pedagang Pasar Blimbing kembali bertemu investor dan perwakilan Dinas Perdagangan Kota Malang, Rabu (13/9/2017). Pertemuan diadakan di lokasi pasar penampungan, bekas Stadion Blimbing.

Hanya saja pertemuan itu berlangsung singkat sekitar 20 menit. Pedagang hanya diwakili oleh tim tujuh. Menurut koordinator tim tujuh, Arief Wahyudi, pedagang menghadiri pertemuan itu karena diundang.

"Kalau undangannya meninjau lokasi relokasi, pasar penampungan. Pertemuan hanya sebentar tadi," ujar Arief yang dihubungi SURYAMALANG.COM, usai pertemuan, Rabu (13/9/2017).

Meskipun diminta segera pindah, pedagang masih tetap emoh untuk pindah ke pasar penampungan. Ada beberapa perimbangan kenapa pedagang masih enggan pindah.

Arief menyebut ada dua faktor utama pedagang belum mau pindah. Pertama, pedagang ingin revisi site plan berdasarkan kesepakatan dituangkan dalam perjanjian kerjasama yang telah diperbarui.

"Site plan dan juga block plan. Kedua ini kan sudah, kami minta ini dimasukkan ke perjanjian kerjasama antara investor dan Pemkot yang diketahui oleh DPRD. Ini akan menjadi patokan induk kami," tegas Arief.

Site plan (rencana tata bangunan) dan block plan (rencana tata letak pedagang) telah melewati beberapa kali kajian dan perbincangan. Kajian site plan antara lain dibuat oleh tim independen, dengan mewadahi keinginan investor dan pedagang.

Sedangkan block plan hasil pembicaraan pedagang, dengan Pemkot dan investor yang difasilitasi oleh DPRD Kota Malang.

Arief menegaskan hasil kesepakatan itu harus dituangkan ke PKS antara Pemkot dan investor.

"Perjanjian kerjasama (PKS) telah diandendum, kami ingin hasil revisi site plan dan block plan dimasukkan ke PKS adendum itu. Kalau sudah dimasukkan, pinah itu perkara gampang," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help