SuryaMalang/

Malang Raya

Terkait Adanya Tiket Masuk ke Cagar Alam Pulau Sempu, Ini Pernyataan Pejabat Setempat . . .

Yonatan yang baru menjabat tiga bulan sebagai kepala desa malah tidak mengetahui tentang rencana pengubahan status dan fungsi CA Pulau Sempu.

Terkait Adanya Tiket Masuk ke Cagar Alam Pulau Sempu, Ini Pernyataan Pejabat Setempat . . .
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
FOTO ARSIP - Sendang Biru, Kabupaten Malang. Dari Sendang Biru inilah titik mula melanjutkan perjalanan ke Teluk Semut, Pulau Sempu. 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Pihak Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang termasuk satu pihak yang diundang oleh Tim Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) Cagar Alam Pulau Sempu saat sosialisasi pengelolaan kawasan konservasi Pulau Sempu di Kota Malang, Rabu (13/9/2017). Kades Tambakrejo Yonatan Saptoes, termasuk yang hadir.

Namun Yonatan yang baru menjabat tiga bulan sebagai kepala desa malah tidak mengetahui tentang rencana pengubahan status dan fungsi CA Pulau Sempu.

"Saya baru tiga bulan menjabat, dan tidak tahu. Tahunya belakangan ini ketika beberapa waktu lalu ada tim dari kementerian datang ke Sendang Biru. Sebelumnya saya tidak tahu sama sekali," ujar Yonatan yang ditemui SURYAMALANG.COM di sela kegiatan itu.

Ia juga tidak mengetahui adanya permohonan tentang pengubahan status CA Pulau Sempu oleh kades sebelum dirinya. Ia juga kaget mendapati surat permohonan itu, dan kini ditindaklanjuti oleh Tim EKF.

"Kalau warga saya ada pro dan kontra. Warga juga tidak ingin status Sempu berubah, cuma minta ada mata pencaharian untuk mereka," ujar Yonatan.

Ia mengakui ada 25 warga Sendang Biru menjadi penambang, atau penyedia jasa perahu menuju Pulau Sempu dari Sendang Biru.

Ketika disinggung adanya komersialisasi berupa retribusi masuk Rp 5.000 yang dikutip oleh pemerintah desa, Yonatan juga menegaskan dirinya tidak mengetahui hal itu. Karenanya, sejak menjabat tiga bulan lalu, ia menghentikan pemakaian Perdes Tahun 2013 itu.

"Sedang kami selidiki di mana Perdes itu sekarang, dan seperti apa. Sejauh ini, tidak kami terapkan juga," imbuhnya.

Yonatan menambahkan, pihaknya berharap ada pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat sekitar Pulau Sempu.

Sedangkan Ketua BPD Tambakrejo Sayugyo menambahkan, dirinya mengetahui adanya permohonan pengubahan status Sempu, juga penarikan retribusi masuk Sempu.

"Memang dibuat oleh kepala desa sebelumnya, dan kepala BPD sebelumnya. Tetapi terkait uang hasil penarikan itu, saya tidak tahu menahu. Menurut saya, sebaiknya Perdes itu direvisi saja, terutama terkait pengelolaan wisata di Tambakrejo, karena kan tidak hanya Sempu saja yang kami punya, tetapi ada juga pantai-pantai lain, seperti Tiga Warna," ujarnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help