SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

Guru SLB di Kota Batu Ini Bakal Berangkat ke Perancis, Yuk Simak Kisah Inspiratifnya . . .

Ia didorong oleh temannya untuk ikut acara itu. Berawal dari iseng dan coba-coba, ternyata ia lolos untuk ikut lomba bergengsi itu

Guru SLB di Kota Batu Ini Bakal Berangkat ke Perancis, Yuk Simak Kisah Inspiratifnya . . .
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Marquel Dwi Putranto bersama murid-muridnya di sekolah, Kamis (14/9/2017). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Marquel Dwi Putranto (24), guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Batu mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam acara Miss and mister Deaf Stars 2017 di Perancis.

Marquel adalah penyandang disabilitas, tuna rungu. Ia menceritakan bagaimana ia bisa terpilih mengikuti ajang bergengsi itu.

Ia didorong oleh temannya untuk ikut acara itu. Berawal dari iseng dan coba-coba, ternyata ia lolos untuk ikut lomba bergengsi itu.

"Saya punya teman, namanya Ade dari Bali, Mister Deaf Indonesia 2012, dan Yoga dari Malang, Mister Deaf indonesia 2014.

"Mereka sudah tahu saya adalah orang model profesional. Makanya mereka mendorong saya untuk jadi wakil Indonesia," kata dia melalui pesan teks kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (14/9/2017).

Anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Sugito dan Sri Kundariyanti, kini harus mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang itu. Yakni memantapkan tampil di atas catwalk. Dan yang jelas ia akan memakai pakaian adat tradisional di ajang itu.

"Dari orang tua menyarankan saya untuk jadi model. Karena di Indonesia yang tidak ada model tuna rungu seperti saya.

"Saya juga ingin memberikan contoh ke orang-orang tuna rungu belajar seperti saya menjadi model profesional," imbuh alumnus Universitas Brawijaya jurusan Teknik Informatika dengan nilai IPK 3,20 ini.

Ia pernah mengikuti ajang Miss and Mister Youth Asia di Malang 2016. Tetapi hanya masuk 25 besar saja.

Untuk mengikuti Miss and mister Deaf Stars 2017 di Perancis, ia harus mengumpulkan dana sekitar Rp 30 Juta.

Karena lahir dari keluarga yang sederhana, tentu ia harus pontang-panting untuk mengumpulkan dana.

"Saya optimis bisa ikut ajang tanggal 20 hingga 30 Oktober itu. Pelan-pelan dana pasti datang. Saya juga mengumpulkan uang dari tabungan saya," imbuh kelahiran 22 Juli 1993 ini.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help