SuryaMalang/

Malang Raya

Bocah Kota Malang 'Teler' Akibat Pil, Ini Hasil Pantauan Dinas Kesehatan . . .

Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) memantau kesehatan bocah ED (9) warga Kelurahan Bakalan Krajan Kecamatan Sukun Kota Malang.

Bocah Kota Malang 'Teler' Akibat Pil, Ini Hasil Pantauan Dinas Kesehatan . . .
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) memantau kesehatan bocah ED (9) warga Kelurahan Bakalan Krajan Kecamatan Sukun Kota Malang.

ED merupakan bocah yang diduga 'teler' usai mengkonsumsi pil. Bocah itu tidak mengetahui jenis pil yang ia konsumsi karena diberi oleh seseorang ketika bermain, Sabtu (16/9/2017).

"Kami memantau kesehatannya, dan sudah membaik," ujar Kepala Dinkes Kota Malang Asih Tri Rachmi kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (17/9/2017).

Petugas kesehatan memantau kesehatan bocah itu, apalagi jika memang benar bocah itu mengkonsumsi obat psikotropika. Sebab obat jenis itu bisa menimbulkan ketagihan atau adiksi dan bisa membuat kerusakan mental.

"Tetapi kandungan apa yang ada di pil itu tentunya kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Sampel darah sedang diuji, jadi menunggu hasilnya saja. Sedangkan penelusuran kasus ini merupakan ranah kepolisian," tegas Asih.

Selain memantau kesehatan, Dinkes juga akan memantau peredaran obat dalam daftar G (obat berbahaya) di apotek. Penelusuran di apotek itu dicocokan dengan data dari distributor.

"Tentunya kami pantau juga di apotek. Karena obat keras dijual harus dengan resep dokter. Kalau ditemukan (menjual bebas obat daftar G) tentunya kami tilang," imbuh Asih. Penilangan itu bisa berupa sanksi penutupan sementara untuk apotek.

Lebih lanjut Asih mengimbau kepada orang tua supaya mengajarkan kepada anak untuk tidak menerima pemberian dari orang tidak dikenal.

Seperti diberitakan, ED bocah dari Sukun tidak sadar setelah mengkonsumsi pil berwarna biru. Pil itu didapatkan dari orang tidak dikenal, saat ini bermain. Beruntung dokter segera menolong bocah itu. Pil yang dikonsumsi itu mengandung termasuk jenis psikotropika.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help