SuryaMalang/

Malang Raya

Pemkot Malang Dikritik Tentang Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran, Ini Detailnya . . .

Logikanya kalau SILPA tiap tahun bertambah, artinya kinerja dan serapan anggaran tidak maksimal. Kasarannya Pemkot Malang tidak bekerja

Pemkot Malang Dikritik Tentang Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran, Ini Detailnya . . .
IST
Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemerintah Kota Malang menargetkan penurunan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun 2017 dibandingkan SILPA 2016.

Kota Malang dinilai memiliki SILPA cukup besar tahun 2016 mencapai Rp 304,9 miliar.

Penilaian atas besarnya SILPA ini antara lain dilontarkan oleh anggota DPRD Kota Malang dan Malang Corruption Watch (MCW).

Dalam beberapa kali pandangan fraksi, sejumlah fraksi di dewan menyoroti masih tingginya SILPA. DPRD Kota Malang berharap anggaran bisa terserap secara maksimal tetapi tepat sasaran.

Sedangkan Badan Pekerja MCW Buyung Jaya Sutrisna menilai tingginya SILPA menunjukkan kalau anggaran tidak terserap secara maksimal.

Tidak terserapnya anggaran itu, kata Buyung, menunjukkan penganggaran yang dilakukan tidak efisien serta tidak fokus.

"Logikanya kalau SILPA tiap tahun bertambah, artinya kinerja dan serapan anggaran tidak maksimal. Kasarannya Pemkot Malang tidak bekerja," tegas Buyung.

Sedangkan Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto menampik tudingan itu. Menurutnya, penganggaran sudah dilakukan secara tepat, fokus, dan efisien.

"Menurut kami penganggaran sudah dilakukan secara tepat dan fokus. Kalau penganggaran juga dilakukan melalui tahapan, sejak dari Musrenbang," tegas Wasto, Minggu (17/9/2017).

Meskipun SILPA tinggi, Wasto menegaskan jika layanan kepada masyarakat telah dilakukan.

Menurutnya ada sejumlah penyebab kenapa SILPA tinggi, antara lain karena memang tidak terserap juga adanya efisiensi anggaran. Beberapa dana yang tidak terserap antara lain anggaran Islamic Center Rp 40 miliar.

Tahun 2017, Wasto menargetkan SILPA lebih turun, ada di kisaran kurang dari Rp 200 miliar.

"Kami targetkan bisa turun, kurang dari Rp 200 miliar lah nanti SILPA-nya," tegas Wasto.

Pemkot melakukan sejumlah upaya supaya anggaran bisa terserap secara tepat dan maksimal antara lain dengan mendorong percepatan proses seleksi barang dan jasa, kecepatan pengajuan surat pertanggungjawaban untuk proyek yang sudah dikerjakan, juga segera dilakukan lelang ulang bagi proyek yang gagal lelang.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help