SuryaMalang/

Malang Raya

Prototipe Hasil Karya Learning Express Disempurnakan di Singapura

Sebanyak 54 mahasiswa dari UMM dan SP memamerkan dan menjelaskan produk hasil karya mereka yang digunakan untuk membantu proses produksi 3 UMKM

Prototipe Hasil Karya Learning Express Disempurnakan di Singapura
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Dosen pembimbing Learning Express Program dari UMM dan Singaporean Polytechnic menunjukkan lilin dari limbah jamu, Selasa (19/9/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Penutupan program Learning Express kerjasama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Singaporean Polytechnic di perpustakaan pusat UMM, Selasa (19/9/2017) berlangsung meriah.

Sebanyak 54 mahasiswa dari UMM dan SP memamerkan dan menjelaskan produk hasil karya mereka yang digunakan untuk membantu proses produksi 3 UMKM di Malang Raya.

Asisten Rektor Bidang Kerjasama UMM, Drs Soeparto MPd mengatakan produk yang dihasilkan oleh para mahasiswa sudah sampai pada tahap prototipe yang siap disempurnakan dan diproduksi.

"Prototipe yang mereka buat sudah siap 70 persen dan akan dibawa ke Singapura untuk disempurnakan dengan pengujian ilmiah dan diproduksi. Perwakilan dari UMM juga akan mendampingi sampai pemasaran," tuturnya pada SURYAMALANG.COM.

Sebanyak 54 mahasiswa itu dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing membantu 1 UMKM. Produk tersebut akan diberikan pada UMKM setelah setengah tahun digunakan untuk penyempurnaan.

"Penyempurnaannya nanti meliputi pengukuran kekuatan produk dan mesin sesuai kebutuhan. Sejauh ini alat yang mereka buat sudah lolos dan disetujui oleh para ibu pemilik UMKM," lanjut Parto.

Koordinator Singaporean Polytechnic, Fazlur Rahman mengatakan tahun ini antusias mahasiswa cukup meningkat.

"Sebelumnya hanya 25, kali ini bertambah meskipun kami tidak bisa menambah terlalu banyak mahasiswa," katanya.

Tahun ini, proyek yang dibuat oleh mahasiswa berhubungan dengan pemanfaatan limbah, contohnya membuat lilin aromaterapi dari limbah UMKM jamu. "Membuat limbah jamu termanfaatkan dan bahkan nilai jualnya lebih tinggi dari jamu," ujar dia.

Produk lain yang dibuat mahasiswa adalah pemeras jamu, penyimpan pisang agar tahan lama, dan alat mempermudah proses produksi bawang goreng.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help