SuryaMalang/

Malang Raya

Bertugas Bawa Celurit, Pengawas Buruh Tebang Tebu di Malang Ditangkap Polisi, Lho Kenapa?

Pengawas buruh tebang tebu, Irn (38) warga Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang terpaksa berurusan dengan Polisi.

Bertugas Bawa Celurit, Pengawas Buruh Tebang Tebu di Malang Ditangkap Polisi, Lho Kenapa?
IST
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Pengawas buruh tebang tebu, Irn (38) warga Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang terpaksa berurusan dengan Polisi.

Ini setelah Irn dilaporkan oleh Mrl (44) pengawas buruh tebang warga Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi karena melakukan penganiayaan dan pengancaman dengan senjata tajam clurit, Sabtu (23/9/2017), di area perkebunan tebu Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

PS Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik mendampingi Kapolres Malang, AKBP H Yade Setiawan Ujung menjelaskan, berdasar laporan masuk menyebutkan, kasus itu berawal dari tersangka dan korban sama-sama melakukan pengawasan buruh tebang tebu.

Saat itu, korban mendatangi salah satu buruh tebang tebu yang diawasi tersangka dan menegurnya. Perbuatan korban tersebut tidak bisa diterima oleh tersangka yang langsung mendatangi korban dengan membawa celurit.

Keduanya sempat terjadi cekcok mulut hingga akhirnya tersangka melayangkan pukulan ke arah korban. Korban langsung terjatuh ke tanah. Dan tersangka pun melihat korban terjatuh merasa belum puas.

Tersangka sambil mengacungkan celurit ke arah korban mengancam akan membunuhnya kalau berani macam-macam. Merasa terancam keselamatannya, korban pergi dan melapor ke Polsek Bululawang. Saat itu juga, jajaran Polsek Bululawang melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap tersangka.

"Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyidikan, dan tersangka bila benar melakukan tindakan kejahatan diancam dengan Pasal 335 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 2 UU Darurat nomor 12 tahun 1951," tutur Taufik.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help